Liga 3 Gorontalo Masih Vakum, Tiga Pemain Persidago Asal Sidoarjo Pulang Kampung
Pemberhentian Liga 3 Gorontalo tersebut, beberapa pemain Persidago berasal dari Sidoarjo memutuskan pulang ke kampung mereka.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3-pemain-Persidago-pulang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Hingga kini Liga 3 Gorontalo belum diketahui kapan bergulir kembali.
Kompetisi PSSI yang dibarengi perebutan Piala Gubernur Gorontalo itu dihentikan sementara, pasca tragedi Kanjuruhan, Malang.
Pemberhentian Liga 3 Gorontalo tersebut, beberapa pemain Persidago berasal dari Sidoarjo memutuskan pulang ke kampung mereka.
Pangestu Dwi Prasetyo, Dwi Figo dan Gabril, kembali ke kampung halamannya, Sabtu (29/10/2022).
Saat ditemui TribunGorontalo.com di Bandara Djalaludin Gorontalo, Figo mengatakan, dirinya dan teman-temannya balik kampung halaman, sembari menunggu kepastian Liga 3 Gorontalo dilanjutkan.
"Sementara kami pulang dulu, sambil menunggu liga diputar kembali," kata Figo selepas check-in di Bandara, kepada TribunGorontalo.com.
Baca juga: Liga 3 Gorontalo Vakum, Pelatih Kiper Persidago Ini Beralih ke Klub Tarkam
Menurut Gabril, keputusan Ia harus balik ke kampung halaman untuk bertemu dengan keluarga tercinta.
"Sudah kangen sama keluarga, jadi mau melepas kangen dulu," ucap Gabril.
Pangestu juga mengatakan hal sama seperti kedua temannya.
Kiper Persidago itu menambahkan, dirinya terkesan dengan masyarakat Gorontalo.
"Masyarakat Gorontalo itu ramah-ramah orangnya," ungkap Pangestu.
Berbicara soal Liga 3 vakum, Pangestu mengaku sangat kecewa atas insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Bagi Pangestu insiden yang menewaskan 100-an korban jiwa itu kesalahan dari dua belah pihak.
"Dari pihak aparat dan pihak suporter juga, sama-sama salah, jadi imbasnya ke semuanya," tutur Pangestu.
Senada dengan Pangestu, Gabril mengatakan insiden tersebut membuat para pemain menganggur dan tak bisa merumput lagi.
"Kan kita ini cari uang dari sepak bola, jadinya ya sedikit terganggu," pungkas Gabril. (*)