Gerindra Gorontalo
Gerindra Gaungkan Jargon ‘Politik Silaturahmi’ untuk Meredam Isu Cebong-Kampret
Sebab, menurut Elnino Husein Mohi, masyarakat Indonesia terkotak-kotak sejak pemilu beberapa tahun lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2610_Elnino.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Partai Gerakan Indonesia raya (Gerindra) Gorontalo mulai gaungkan jargon Politik Silaturahmi.
Jargon Politik Silaturahmi menurut Elnino Husein Mohi sebagai strategi menetralkan isu Cebong-Kampret.
Sebab, menurut Elnino Husein Mohi, masyarakat Indonesia terkotak-kotak sejak pemilu beberapa tahun lalu.
Karena itu, Ketua Gerindra Provinsi Gorontalo ini menganggap jargon Politik Silaturahmi sebagai ide untuk mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
Kata anggota DPR RI ini, hanya karena perbedaan yang terjadi, tidak sedikit masyarakat saling dendam karena berbeda pilihan.
Gerindra pun berinisiatif untuk kembali menyatukan perbedaan dalam persamaan. Artinya, jargon Politik Silaturahmi harus jadi gaya baru dalam menghadapi pemilu.
“Harusnya kita jadikan politik sebagai wadah silaturahmi, seperti halnya agama tidak melihat namanya perbedaan,” tuturnya.
Menggunakan sistem Politik Silaturahmi, menjadikan Gerindra lebih jernih melihat perbedaan. Jika nanti masyarakat tak memilih Prabowo misalnya, maka tidak akan menjadi masalah untuk Gerindra.
“Untuk pendukung Prabowo ayo Bersama Gerindra, dan yang bukan pendukung tidak menjadi masalah bagi Gerindra, terlebih gerindra tidak akan pernah mengganggu mereka.” tegas Elnino.
“Modal kita mempertahankan NKRI ini hanya dengan bersatu,” tandas Elnino. (*)