Mahasiswa Gorontalo Patungan Biayai Renovasi Asrama Salemba Jakarta
Akbar Anugrah, Ketua Asrama ST 29 membenarkan hal tersebut. Dalam hal ini para penghuni meminta dana bantuan tersebut
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/18102022_asrama-salemba.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mahasiswa Gorontalo di Jakarta, kini mulai patungan untuk perbaikan asrama Salemba Tengah (ST) di Jakarta. Donasi pun dibuka kepada para senior dan alumnus.
Akbar Anugrah, Ketua Asrama ST 29 membenarkan hal tersebut. Dalam hal ini para penghuni meminta dana bantuan tersebut, karena bantuan dari Pemerintah Gorontalo belum juga diterima.
"Iya, belum ada kabar jelas juga dari pemerintah ini untuk renovasi," kata Akbar kepada Tribun Gorontalo melalui telepon selular.
Komunikasi dengan pihak pemerintah sudah dilakukan, namun hingga saat ini belum juga ada progres. Terlebih anggaran untuk renovasi.
"Sempat kontek-kontekan dengan pemerintah, cuman belum dapat respon," jelas Akbar.
Akbar mengungkapkan, kondisi asrama saat ini sudah semakin parah. Banyak material bangunan di asrama tersebut tak layak pakai.
"Genteng bocor, plafon rusak, kayu untuk menopang genteng lapuk, bahkan saluran pembuangan air kamar mandi tersumbat," ungkap Akbar.
Saat hujan, penghuni asrama ST 29 selalu melakukan kerja bakti untuk membersihkan lantai asrama yang digenangi air.
Karena kondisi di Jakarta saat ini sering dilanda hujan, sampai lantai di asrama tersebut telah berlumut dan timbul jentik nyamuk di beberapa spot.
Tak hanya itu, bahkan setiap kali hujan, para penghuni untuk mandi dan mencuci pakaian kesulitan. Dikarenakan saluran pembuangan air di kamar mandi tersumbat.
Sampai pihak Asrama ST 29 sempat memanggil tukang sedot tinja untuk melakukan penyedotan dengan biaya yang cukup besar, sekitar 4 Juta lebih biaya yang dikeluarkan untuk penyedotan tersebut.
Namun hasil dari penyedotan itu belum maksimal. Sebab, tindakan tersebut tidak efektif.
"Baru sebulan sudah tersumbat lagi, kayaknya memang harus diganti keseluruhan," lanjut Akbar.
Para penghuni tak menyerah sampai di situ, mereka mengambil inisiatif untuk menyewa jasa pembersih saluran profesional.
Jasa profesional itu dapat mengeluarkan banyak biaya, sekitar 8 jutaan harus dikeluarkan pihak asrama untuk menyewa jasa tersebut.