Senin, 9 Maret 2026

Bukan Jagung, Komoditi Unggulan Gorontalo Itu Kacang Tanah

Kendati, dari sejak nenek moyang, kacang tanah sebetulnya komoditas yang banyak ditanam petani. Jagung kadang hanya untuk konsumsi ternak. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Bukan Jagung, Komoditi Unggulan Gorontalo Itu Kacang Tanah
TribunGorontalo.com
Kacang tanah Gorontalo disebut lebih baik dari kacang yang diimpor dari India. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Seorang pengusaha kacang tanah, Yusuf Olii menyebut, komoditi unggulan Gorontalo itu justru kacang tanah. 

Jagung baru menjadi komoditi unggulan, sejak ada program eks Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad. 

Kendati, dari sejak nenek moyang, kacang tanah sebetulnya komoditas yang banyak ditanam petani. Jagung kadang hanya untuk konsumsi ternak. 

“Selain dikonsumsi manusia, selebihnya jagung dialihkan untuk pakan ternak,” tutur Yusuf dalam Podcast bersama TribunGorontalo.com beberapa waktu lalu. 

Kata Yusuf, saat ia masih kanak-kanak, bapaknya memiliki lahan kacang tanah seluas dua hektare. Jagung hanya jadi tanaman tambahan. 

Kini, kacang malah sulit ditemukan. Petani kacang pun jarang di Gorontalo. Padahal katanya, jika dibandingkan, kacang tanah lebih mudah dijual daripada jagung.

“Saat diskusi, ternyata pabrik yang dikelola Pak Minto itu kekurangan bahan baku kacang, olehnya saya ajak beliau ke Gorontalo untuk membeli kacang di daerah saya,” tuturnya.

kata Yusuf, produksi kacang tanah di Gorontalo memang masih terbilang sedikit. Agar petani bergairah menanam kacang, ia menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. 

Kemitraan ini mengintervensi kebijakan dan dukungan agar petani mau menanam kacang. Terutama meningkatkan produktivitas kacang tanah. 

Yusuf menuturkan Gerakan ini bukan untuk mengalihkan, namun memberi edukasi petani melalui pembagian lahan.

Petani didorong selain menanam jagung juga menanam kacang. Ini agar pendapatan petani bisa lebih baik.

“Buyer (pembeli) Jawa Timur yang saya bawa sangat antusias melihat kualitas kacang tanah lokal Gorontalo, bahkan kualitasnya mengalahkan kacang India,” ungkap dia. 

“Mereka menyukai kualitas kacang Gorontalo, Insya Allah Gorontalo menjadi penyuplai kacang terbesar ke Jawa Timur,” tuturnya.

Dari segi harga, kaya Yusuf prospek kacang tanah sangat baik. Harganya stabil. Saat ini, kacang harga Rp 11 ribu per kg, sementara jagung hanya Rp 4 ribu per kg. 

“Jujur waktu saya sosialisasi di petani terkait kacang, saya dapati keluhan petani. Mereka menuturkan harga jagung sangatlah murah,” cerita Yusuf. 

Petani itu bahkan mengaku akan menanam kacang, asalkan ada pembelinya. Karena itu, mewakili pembeli dari Jawa Timur, ia mendorong petani di Gorontalo menanam kacang. 

Sebab, pengusaha Jawa Timur itu tidak cuma mau membeli kacang Gorontalo, namun juga mau membangun pabrik di Gorontalo. Pembangunan pabrik kacang di Gorontalo tentu akang menguntungkan petani. 

Sebab, jika ada pabrik, maka tentu produksi kacang petani bisa terserap dengan harga kompetitif. Tidak perlu lagi bingung mencari pembeli. 

“Selain bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi petani, kacang ini juga dapat diolah menjadi produk UMKM, serta bisa dijual ke kita di industri,” jelasnya.

Senada dengan Yusuf, Sumadi, Kepala Bidang tanaman pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian kabupaten Gorontalo mengapresiasi gerakan tanam kacang tanah di Gorontalo. 

Kata dia, gerakan ini penting untuk mengembalikan kejayaan kacang tanah di Gorontalo. Sebab, dahulu dalam menyambut tamu biasanya yang dihidangkan adalah kacang dan pisang. 

Ini membuktikan, secara kultur, Gorontalo sangat dekat dengan pangan kacang. 

“Sejak dahulu hingga sekarang penyambutan tamu dalam momentum dihidangkan kacang dan pisang, otomatis dua komoditi ini tentu memiliki sejarah yang jelas sejak dahulu kala,” tuturnya.

Budidaya kacang tanah juga dapat mendorong kesuburan tanah, yang selama ini dieksploitasi dengan tanaman lain. Tentu hal ini yang mendorong Dinas pertanian menggerakan budidaya kacang tanah di petani.

“Karena ini sangat menguntungkan petani maka kita sangat mensupport gerakan ini,” tuturnya.

Support secara rill dari Dinas, terlebih menyediakan Sumber Daya manusia (SDM) dalam hal Penyuluh. Terlebih sudah ada pembekalan di masing-masing lapangan dalam rangka untuk memasarkan Kembali kacang tanah ini.

“Terlebih kami mungkin akan mendukung dengan anggaran, akan kami usulkan melalui perencanaan untuk anggaran ke depan minimal kita memberikan bantuan bibit,” tegasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved