Bukan Jagung, Komoditi Unggulan Gorontalo Itu Kacang Tanah
Kendati, dari sejak nenek moyang, kacang tanah sebetulnya komoditas yang banyak ditanam petani. Jagung kadang hanya untuk konsumsi ternak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/17102022_Kacang-tanah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Seorang pengusaha kacang tanah, Yusuf Olii menyebut, komoditi unggulan Gorontalo itu justru kacang tanah.
Jagung baru menjadi komoditi unggulan, sejak ada program eks Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad.
Kendati, dari sejak nenek moyang, kacang tanah sebetulnya komoditas yang banyak ditanam petani. Jagung kadang hanya untuk konsumsi ternak.
“Selain dikonsumsi manusia, selebihnya jagung dialihkan untuk pakan ternak,” tutur Yusuf dalam Podcast bersama TribunGorontalo.com beberapa waktu lalu.
Kata Yusuf, saat ia masih kanak-kanak, bapaknya memiliki lahan kacang tanah seluas dua hektare. Jagung hanya jadi tanaman tambahan.
Kini, kacang malah sulit ditemukan. Petani kacang pun jarang di Gorontalo. Padahal katanya, jika dibandingkan, kacang tanah lebih mudah dijual daripada jagung.
“Saat diskusi, ternyata pabrik yang dikelola Pak Minto itu kekurangan bahan baku kacang, olehnya saya ajak beliau ke Gorontalo untuk membeli kacang di daerah saya,” tuturnya.
kata Yusuf, produksi kacang tanah di Gorontalo memang masih terbilang sedikit. Agar petani bergairah menanam kacang, ia menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Kemitraan ini mengintervensi kebijakan dan dukungan agar petani mau menanam kacang. Terutama meningkatkan produktivitas kacang tanah.
Yusuf menuturkan Gerakan ini bukan untuk mengalihkan, namun memberi edukasi petani melalui pembagian lahan.
Petani didorong selain menanam jagung juga menanam kacang. Ini agar pendapatan petani bisa lebih baik.
“Buyer (pembeli) Jawa Timur yang saya bawa sangat antusias melihat kualitas kacang tanah lokal Gorontalo, bahkan kualitasnya mengalahkan kacang India,” ungkap dia.
“Mereka menyukai kualitas kacang Gorontalo, Insya Allah Gorontalo menjadi penyuplai kacang terbesar ke Jawa Timur,” tuturnya.
Dari segi harga, kaya Yusuf prospek kacang tanah sangat baik. Harganya stabil. Saat ini, kacang harga Rp 11 ribu per kg, sementara jagung hanya Rp 4 ribu per kg.
“Jujur waktu saya sosialisasi di petani terkait kacang, saya dapati keluhan petani. Mereka menuturkan harga jagung sangatlah murah,” cerita Yusuf.