Miss Grand Venezuela
Breaking News: Miss Grand Venezuela Salah Gunakan Pakaian Adat Gorontalo saat Kunjungan ke KBRI
Disebutkan, kunjungan Miss Grand Venezuela 2022, Luiseth Materan itu sebagai upaya mengenal Indonesia yang akan menjadi tuan rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/17102022_Miss-Grand-Venezuela.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Luiseth Materan, Miss Grand Venezuela 2022 salah menggunakan pakaian adat Gorontalo saat berkunjung ke Kedutaan Besar RI (KBRI) Caracas pada 15 September 2022.
Hal itu seperti terlihat dari foto-foto yang dibagikan oleh KBRI Caracas. Tampak Miss Grand Venezuela 2022 menggunakan Biliu, pakaian adat pengantin perempuan dalam budaya Gorontalo.
Disebutkan, kunjungan Miss Grand Venezuela 2022, Luiseth Materan itu sebagai upaya mengenal Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Miss Grand Internasional pada bulan Oktober 2022.
Sayangnya, dalam pakaian tersebut, Miss Grand Venezuela 2022, Luiseth Materan salah menggunakan aksesoris di bagian kepala.
Dalam budaya Gorontalo, pakaian adat khusus pengantin putri biasanya dilengkapi dengan aksesoris di kepala, dan yang dipakai Miss Grand Venezuela 2022, Luiseth Materan itu bukanlah aksesoris khusus pengantin putri.
Aksesoris kepala yang dipakai Miss Grand Venezuela 2022, Luiseth Materan itu harusnya dipakai oleh pengantin laki-laki, namanya tudung Makuta.
Tudung makuta merupakan tutup kepala, berbentuk menjulang tinggi dengan ujung yang melengkung. Bentuk tudung makuta ini mencerminkan akan daerah Gorontalo.
Karena kesalahan itupun, dalam sebuah postingan facebook, Luiseth Materan dikecam warga Gorontalo. Meski, ada beberapa warga lainnya yang lantas memaklumi kesalahan tersebut.
“Kok baju adat Gorontalo Jadi seperti ini,di pakai di Luar negeri....bikin malu.... ?” tulis warganet dalam postingannya.
Postingan itu lantas banyak dikomentari warganet yang rata-rata memang warga Gorontalo. Mereka juga melayangkan protes yang sama atas kekeliruan tersebut.
“Bukan seperti ini yg bagian kepala perempuan itu hanya pakaian utk pengantin laki-laki,” tulis warganet.
Saat ini, tribungorontalo.com berusaha menghubungi otoritas resmi terkait kesalahan penggunaan baju adat tersebut.