Berita Gorontalo Hari Ini
POPULER: Dana Rp 2,1 Miliar Pembangunan Laboratorium SMK Marisa; KPU Rekrut 12 Ribu PPK dan PPS
Jika tidak sempat membaca berita-berita ini kemarin, berikut kami rangkum kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/15102022_berita-populer.jpg)
Sejumlah peristiwa menjadi berita populer Gorontalo pada Jumat 14 Oktober 2022 kemarin. Namun, TribunGorontalo.com memilih 5 berita populer Gorontalo itu untuk disajikan kembali agar bisa dibaca.
Misalnya peristiwa soal SMK N 1 Marisa yang kini memiliki laboratorium bernilai Rp 2,1 miliar hingga hingga KPU Gorontalo akan merekrut 12 ribu panitia untuk pemilu 2024 nanti.
Jika tidak sempat membaca berita-berita ini kemarin, berikut kami rangkum kembali.
Laboratorium di SMKN 1 Marisa-Gorontalo Dibangun dengan Dana Rp 2,1 Miliar
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – SMKN 1 Marisa, Kabupaten Pohuwato akan memiliki laboratorium yang dibangun dengan dana Rp 2,1 miliar.
Informasinya, dana untuk pembangunan laboratorium Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) tersebut menggunakan APBD Pemprov Gorontalo.
Secara rinci, dana Rp 2,1 itu terdiri Rp1,3 miliar untuk pembangunan gedung dan Rp800 juta untuk peralatan laboratorium.
Progres pekerjaan ditinjau oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer, Kamis (13/10/2022).
Hamka menjelaskan, pemenuhan kebutuhan belajar mengajar SMK Negeri 1 Marisa sangat penting untuk melahirkan SDM unggul.
Hadapi Pemilu 2024, KPU Gorontalo Akan Rekrut 12 Ribu PPK dan PPS Mulai Awal November
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo akan merekrut 12 ribu panitia yang akan bertugas pada Pemilu 2024 nanti.
Jumlah 12 ribu tersebut meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Rekrutmen nantinya dilakukan pada awal November 2022 meski Pemilu 2024 digelar 1,5 tahun lagi.
"12 ribu orang petugas PPK dan PPS akan di terima, terbagi di setiap Kabupaten, kecamatan dan desa se-Gorontalo,” kata Hendrik usai Rapat Koordinasi verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan partai politik calon peserta pemilu 2024, di Grand Q Hotel Gorontalo, Jumat (14/10/2022).
Ditegaskan oleh Hendrik, PPK dan PPS harus bisa berpedoman pada asas jujur dan adil. Nantinya setelah perekrutan, PPK dan PPS dibentuk oleh masing-masing KPU di wilayah kabupaten dan kota 6 bulan sebelum Pemilu 2024 nanti.
Sebelum tertarik jadi PPK dan PPS, perlu diketahui syarat-syaratnya. Dikutip dari situs KPU RI, Jumat (14/10/2022), disebutkan syarat jadi PPK dan PPS harus berwarga negara Indonesia.
Boalemo Jadi Kabupaten dengan Realisasi Fisik APBD Tertinggi di Gorontalo