Sinopsis Film
Rekomendasi Anime Genre Criminal yang Tayang selain di anoBoy: Baccano higgga 91 Days
Disertai sinopsis, berikut 3 rekomendasi anime genre criminal atau tentang aksi kriminal yang tayang selain di anoBoy: Baccano! higgga 91 Days.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3-rekomendasi-anime-genre-criminal-selain-di-anoBoy-11-Oktober-2022-TRIBUNGORONTALO.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Bagi Anda penggemar serial anime yang mengisahkan aksi kriminal, patut menyimak rekomendasi anime bergenre Criminal yang tayang di situs streaming selain anoBoy berikut ini.
Serial anime bertemakan Criminal biasanya menyajikan kisah genre action, thriller, hingga mystery.
Anda dapat menyaksikan serial genre Criminal dengan subtitle Bahasa Indonesia di situs streaming seperti Viu, Iflix, iQIYI, hingga WeTV.
Serial anime genre Criminal dalam rekomendasi berikut ini bisa Anda saksikan saat waktu luang.
Baca juga: 3 Rekomendasi Anime Genre Music yang Tayang selain di anoBoy: Ada Your Lie in April
3 Rekomendasi Anime Genre Criminal selain di anoBoy
1. Baccano!
Episode: 13
Genre: Criminal, Action, Comedy, Mystery, Supernatural, Historical
Baca juga: 3 Rekomendasi Anime Genre Josei selain di anoBoy: Hachimitsu to Clover 2 hingga Chihayafuru Season 2
Sinopsis:
Selama awal 1930-an di Chicago, kereta lintas benua Flying Pussyfoot memulai perjalanan legendarisnya yang akan meninggalkan jejak darah di seluruh negeri.
Pada saat yang sama di New York, seorang ilmuwan ambisius Szilard dan ajudannya, Ennis sedang mencari botol-botol eliksir keabadian yang hilang.
Sementara itu, perang antar kelompok mafia pun semakin parah.
Di atas Advena Avis, pada tahun 1711, para alkemis akan mempelajari harga keabadian.
Menggabungkan peristiwa-peristiwa ini bersama calon pencuri yang baik hati, Isaac dan Miria menghubungkan orang-orang dengan ambisi serta menciptakan ikatan hingga konsekuensi.
Baca juga: 3 Rekomendasi Anime Bergenre Gore yang Tayang selain di anoBoy: Akame ga Kill hingga Tokyo Ghoul
2. Phantom: Requiem for the Phantom
Episode: 26
Genre: Criminal, Seinen, Action, Drama, Suspense
Baca juga: 3 Rekomendasi Anime Genre Mythology yang Tayang selain di anoBoy: Noragami hingga Ao no Exorcist
Sinopsis:
Maraknya mafia di Amerika membuat terjadi banyak pembunuhan di jalanan.
Inferno, sebuah perusahaan misterius, berada di balik sebagian besar transaksi ini melalui penggunaan senjata manusia yang hampir tak terkalahkan, "Phantom."
Suatu hari, seorang turis Jepang secara tidak sengaja menyaksikan pembunuhan terbaru Phantom.
Putus asa untuk melarikan diri, turis itu bersembunyi di sebuah bangunan terpencil.
Namun, Phantom, diturunkan menjadi seorang wanita muda bernama Ein, dan pemimpin Inferno "Scythe Master" menangkap turis dan mencuci otaknya.
Diberi nama "Zwei", turis yang dulu damai ini sekarang menjadi boneka Neraka tanpa kenangan.
Tertarik ke dunia kebohongan, penipuan, dan kekerasan, Zwei harus berjuang untuk bertahan hidup, semoga suatu hari mendapatkan kembali ingatannya dan melarikan diri dari dunia ini di mana ia terus-menerus di ambang kematian.
Baca juga: 3 Rekomendasi Anime Genre Mythology yang Tayang selain di anoBoy: Noragami hingga Ao no Exorcist
3. 91 Days
Episode: 12
Genre: Criminal, Action, Drama, Historical
Baca juga: 3 Rekomendasi Anime Bergenre Gore yang Tayang selain di anoBoy: Akame ga Kill hingga Tokyo Ghoul
Sinopsis:
Mengisahkan seorang anak yang tinggal di Kota Lawless bernama Angelo Lagusa yang telah menyaksikan sebuah tragedi.
Tragedi itu adalah ketika orang tua dan adik Angelo dibantai tanpa ampun oleh keluarga mafia Vanetti.
Kehilangan semua anggota keluarga yang dia sayangi, Angelo meninggalkan nama dan kampung halamannya, dan memakai identitas baru sebagai Avilio Bruno.
Tujuh tahun kemudian, Avilio akhirnya memiliki kesempatan untuk membalas dendam saat dia menerima surat misterius yang mendorongnya untuk kembali ke Lawless.
Avilio pun bertemu dengan putra Vanetti don, Nero, dan berusaha berteman dengannya menggunakan keterampilan yang telah diasah secara diam-diam selama bertahun-tahun.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)