Eks Kiper Real Madrid Sebut Lionel Messi Provokator seperti Pep Guardiola

Melalui buku autobiografi berjudul Jerzy Dudek: The Big Pole in Your Goal, dia secara blak-blakan menyebut Lionel Messi pemain provokatif.

Twitter/Marca
Melalui buku autobiografinya, Eks kiper Real Madrid dan Liverpool, Jerzy Dudek menyebut Lionel Messi seorang provokator saat pertandingan El Clasico. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Eks kiper Real Madrid dan timnas Polandia, Jerzy Dudek mengenang masa lalunya di pertandingan El Clasico.

Melalui buku autobiografi berjudul Jerzy Dudek: The Big Pole in Your Goal, dia secara blak-blakan menyebut Lionel Messi pemain provokatif.

Dudek mengaku terkejut menyaksikan perangai Messi secara langsung di lapangan.

"Messi sangat provokatif, seperti halnya Barcelona dan pelatih mereka Pep Guardiola," kata Dudek dikutip Marca, Selasa (11/10/2022).

Menurut pengalamannya saat masih berseragam Real Madrid, dia sering mendengar Messi melontarkan kata-kata tidak pantas kepada Pepe dan Sergio Ramos.

“Saya pernah mendengar Messi mengatakan beberapa hal yang sangat buruk kepada Ramos dan Pepe. Saya tidak pernah membayangkan hal seperti itu keluar dari mulut seorang pria yang tampak begitu polos," akunya.

Pepe dan Lionel Messi
Pepe menghampiri Lionel Messi, setelah La Pulga menendang bola ke arah pendukung Real Madrid, saat pertandingan El Clasico (Marca)

Baca juga: Barcelona Belum Menyerah Incar Marco Asensio dari Real Madrid

Dia mengklaim bahwa provokasi tersebut sukses menghancurkan ketenangan Real Madrid di bawah Jose Mourinho, manajer tim saat itu.

“Itu benar-benar memengaruhi Jose Mourinho dan seluruh tim karena mereka memprovokasi dan terkadang itu berjalan sempurna," lanjut Dudek.

Dudek bergabung Real Madrid di usia 34 tahun, pada penghujung kontraknya bersama Liverpool tahun 2007.

Dudek jadi rekrutan keempat Los Blancos, setelah Presiden Ramon Calderon mendatangkan Javier Saviola, Christoph Metzelder dan Pepe.

Dia diproyeksikan sebagai pelapis Iker Casillas, ketika Diego Lopez memutuskan pergi ke Villarreal.

Dudek mulai populer karena penyelamatan penalti dan membantu Liverpool mengalahkan AC Milan asuhan Ancelotti di final Liga Champions tahun 2005.

Selama empat musim di Real Madrid, dia hanya tampil dalam 12 pertandingan dan memenangkan Piala Liga Spanyol, Piala Super Spanyol, serta Copa del Rey. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved