Info Pangan Gorontalo
Jangan Kaget! Ukuran Tahu Tempe di Gorontalo Mengecil Usai Harga Kedelai Naik
Pengusaha mengurangi ukuran tahu tempe demi tetap untung di tengah kenaikan harga kedelai. Pengusaha berencana menaikan harga tahu tempe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/05102022_Pabrik-tahu-tempe_harga-kedelai.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pencinta tempe dan tahu di Gorontalo jangan heran, ukuran dua makanan favoritnya di pasaran semakin kecil.
Ukuran dibuat kecil, sebab kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe harganya kini naik.
“Sebelumnya harga kedelai di Gorontalo berada pada angka Rp 12.600 per kg namun dalam beberapa hari terakhir harga tempe sudah naik mencapai Rp 13.100 per kg,” ungkap Iswandi seorang pemilik pabrik tahu tempe di Gorontalo.
Kenaikan harga kedelai hanya berkisar Rp 500, namun justru dianggap sangat memberatkan pemilik pabrik tahu tempe.
Meski begitu, karena tak ingin menaikan harga tahu tempe, pengusaha agar tetap untung menyiasatinya dengan mengurangi ukuran.
Iswan pemilik pabrik tahu tempe bernama “Rina” itu mengaku, kenaikan harga kedelai sudah berlangsung lima hari lalu.
“Kalo pembelian masih harga masih tetap, untuk produksi pun masih tetap, hanya saja ukuran dari tahu dan tempe yang di produksi dikurangi sedikit,” tambah pemilik pabrik tahu tempe.
Pabrik tahu Rina menggunkan 500-600 kg kedelai untuk memproduksi tahu tempe. Ia biasanya mendapatkan kedelai dari pengepul di Gorontalo.
Saat ini memang dirinya Iwandi masih mengurangi ukuran tahu tempe. Namun jika harga tak turun-turun juga, ia akan terpaksa menaikan harga jual.
“Rencana mau di naikan cuma masih melihat situasi, untuk harga tahun perpapanya saat ini di jualan dengan harga Rp 50 ribu per papan, jika naik bisa mencapai Rp 55 ribu per papanya,” tutup iswandi.(*)