Rusuh Arema vs Persebaya
Terancam Sanksi FIFA: Melebihi Tragedi Haysel, 'Puasa Bola' Lebih 5 Tahun
Sepak bola Indonesia terancam sanksi berat dari FIFA pascatragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sepak bola Indonesia terancam sanksi berat dari FIFA pascatragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang. Satu di antaranya ancaman dicabutnya status tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 2023.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan melanggar beberapa poin seperti di FIFA Disciplinary Code soal ketertiban dan keamanan di pertandingan.
Apalagi, kericuhan seusai kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam, menggunakan gas air mata oleh polisi yang telah melanggar regulasi FIFA.
Sebelumnya FIFA pernah menjatuhkan hukuman berat terhadap klub Inggris ketika terjadinya Tragedi Heysel.
Tragedi Haysel terjadi pada 29 Mei 1985, ketika Juventus akan menghadapi Liverpool pada final Kejuaraan Eropa yang sekarang dikenal sebagai Liga Champions.
Kedua tim akan melakoni pertandingan di Stadion Heysel, Brussels, Belgia.
Insiden itu terjadi para pendukung Liverpool melanggar pagar yang memisahkan dua kelompok supporter dan menyerang pendukung Juventus hingga meruntuhkan dinding Stadion Heysel.
Sebanyak 39 orang, yang kebanyakan orang Italia dan fans Juventus, tewas, dan 600 orang lainnya terluka daam konfrontasi tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan, pendukung Inggris menjadi pihak yang bersalah atas insiden tersebut.
Pada 2 April 1985, UEFA memberikan hukuman larangan bermain untuk klub-klub Inggris di kompetisi Eropa untuk jangka waktu yang tak ditentukan.
Namun pada 6 Juni 1985, FIFA menambahkan hukuman larangan bermain tersebut berlaku untuk kompetisi di seluruh dunia.
Tetapi hukuman itu dimodifikasi sepekan kemudian bahwa mereka mengizinkan klub Inggris melakukan laga persahabatan di luar Eropa.
Pada Desember 1985, FIFA mengumumkan bahwa klub Inggris bisa memainkan laga persahabatan di Eropa, meski pemerintah Belgia melarang klub Inggris bermain di negaranya.
Bukan tak mungkin, FIFA juga akan memberikan hukuman ke klub Indonesia, mengingat banyaknya korban jiwa yang muncul atas kericuhan tersebut.
Baca juga: LPSK: Harus yang Bertanggung Jawab Kerusuhan Arema vs Persebaya
Apalagi, sudah ada pelanggaran terhadap Regulasi Keseamatan dan Keselamatan Satdion, pada pasal 19b pengaman pinggir lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/021022-rusuh-FIFA.jpg)