Selasa, 10 Maret 2026

Real Madrid Siapkan Kontrak Baru Eder Militao: Klausul Rilis 1 Miliar Euro

Eder Militao akan ditawari Real Madrid perpanjangan kontrak hingga tahun 2028, menurut laporan Fabrizio Romano.

Tayang:
zoom-inlihat foto Real Madrid Siapkan Kontrak Baru Eder Militao: Klausul Rilis 1 Miliar Euro
twitter
Real Madrid ingin menawari Eder Militao kontrak baru yang mengikatnya hingga tahun 2028. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Real Madrid menyiapkan kontrak baru untuk Eder Militao.

Militao akan ditawari Real Madrid perpanjangan kontrak hingga tahun 2028, menurut laporan Fabrizio Romano.

Jurnalis Italia itu menyebut, Real Madrid berencana memberi klausul rilis 1 Miliar euro, dalam kontrak baru Militao.

Militao saat ini telah kembali dari cedera betis. Dia telah mencatatkan 97 penampilan sejak didatangkan dari FC Porto musim panas 2019.

Eder Militao
Eder Militao 

Pemain 24 tahun ini jadi andalan lini belakang Los Blancos.

Petinggi El Real bertaruh padanya, setelah mereka melepas dua punggawa senior, Sergio Ramos dan Raphael Varane setahun lalu.

Militao membuktikan kualitasnya. Hingga kini dia masih pilihan utama pelatih Carlo Ancelotti bersama David Alaba.

Pasangan bek itu sudah mempersembahkan satu gelar Liga Champions UEFA, La Liga, dan Piala Super UEFA.

Meski Los Blancos mendatangkan Antonio Ruediger di bulan Juni, Militao tak tergantikan dalam tim inti Carletto.

Kontrak Militao sejatinya baru berakhir 30 Juni 2025, namun Real Madrid berusaha mengamankan pemain muda mereka, seperti halnya Vinicius Jr, Rodrygo dan Fede Valverde.

Profil Eder Militao

Pemilik nama lengkap Eder Gabriel Militao ini lahir di Sertaozinho, 18 Januari 1998.

Ibunya bernama Ana Maria Militao dan Ayahnya Valdo Militao.

Eder merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Dikutip TribunGorontalo.com dari lifeblog.com, Eder tumbuh jadi pribadi sangat pemalu.

Tak seperti saudara laki-lakinya, Eder tidak suka mencoba hal baru. Layaknya anak kecil pada umumnya, setiap hari dia mengendarai sepeda dan bermain layang-layang.

Tiap pagi, dia selalu menerbangkan layang, karena itu semua orang di kampung menjulukinya anak layang-layang.

Bakat sepakbola Militao diturunkan oleh ayahnya.

Valdo Militao sempat bermain untuk klub Corintians seangkatan dengan legenda Brasil dan Barcelona, Rivaldo.

Baca juga: Polri Kerahkan Tim Identifikasi Korban Kerusuhan Laga Arema Fc Vs Persebaya

Namun, alih-alih mengarahkan ke dunia sepakbola, orangtua Eder justru menginginkan anak mereka bisa lulus sekolah dengan predikat terbaik.

Ans Maria dan Valdo menghormati kebijakan pemerintah Brasil yang menganjurkan anak-anak wajib bersekolah dari usia 6 tahun hingga 14 tahun.

Hal ini menjadikan prioritas Eder Militao adalah sekolah. Kemudian hobi keduanya bermain layang-layang, lalu bersepeda.

Faktanya, Eder tidak tertarik sama sekali bermain sepakbola. Dia hanya bermain sepakbola, saat ekstra kulikuler (ekskul) di sekolahnya.

Tetapi, Valdo mulai berpikir mengapa tidak salah satu anak laki-lakinya mewarisi bakat sepakbola.

Setelah dijelaskan orang tuanya, Eder akhirnya setuju untuk mendalami sepakbola.

Eder memulai karirnya sebagai seorang striker atau penyerang di akademi sepakbola di klub lokal Sertaozinho.
Ayahnya kemudian mulai memproyeksikan masa depan Militao, usai anaknya itu memenangkan sepatu emas.

Berkat saran Agnello Souza, Valdo Militao membawa anaknya ke akademi lebih besar, yakni Camisa 10.

Eder Militao memenangkan Liga Champions
Eder Militao memenangkan Liga Champions pertama di Real Madrid

Agnello Souza bersedia jadi pelatih Eder Militao di Camisa 10.

Agnelo melihat potensi Eder begitu pesat itu, memutuskan memasang Eder di tim usia 15 tahun, padahal saat itu Eder baru berusia 12 tahun.

Perlahan tapi pasti, Eder berkembang jadi andalan timnya di pertandingan mereka.

Di usia 14 tahun, Eder menandatangani kontrak di akademi pemain muda Sao Paulo.

Disinilah Eder mulai dirotasi untuk bermain di berbagai posisi. Hingga pelatih tim menempatkannya sebagai gelandang bertahan.

Baca juga: Real Madrid Opsi Ketiga, Erling Haaland Kepincut Gabung Manchester City Karena Sosok Ini

Keputusan pelatih ini sulit diterima Eder, hingga ayahnya harus turun tangan untuk meyakinkannya.

Akhirnya, Eder sukses di posisi barunya, sampai dia dipanggil tim nasional Brasil U-17 di tahun 2015.

Di perempat final Piala Dunia U-17, Brasil tersingkir dari Nigeria.

Setelah turnamen, tim Pelatih Sao Paulo sepakat menilai Eder Militao lebih cocok di posisi bek, seperti ayahnya.

Eder pun mulai memenangkan banyak tropi. Dia menandatangani kontrak profesionalnya di usia 18 tahun, dimana dia bertemu sahabatnya Luizao.

Tak lama berselang, FC Porto menawari kontrak untuk bermain di tim muda.

Tanpa berpikir panjang Eder menyetujui, karena sahabatnya juga bermain di sana, tetapi ditentang oleh orang tuanya.

Namun, tekad Eder semakin kuat, setelah Luizao meyakinkannya.

Eder akhirnya menerima tawaran FC Porto, setelah bermain di 49 laga dan mencetak lima gol untuk Sao Paulo.

Eder pun menemukan puncak kejayaan saat membela klub Portugal. Dia langganan starting eleven FC Porto.

Militao dipanggil Tite pada September 2018 untuk memperkuat tim senior Brasil.

Dia tampil impresif membantu Brasil memenangkan Copa America 2019.

Sejak itu, Eder diperebutkan tim elit Eropa, Bayern Muenchen, PSG hingga Real Madrid.

Eder pun memilih Real Madrid. Tak tanggung, biaya 50 juta euro dikeluarkan Real Madrid untuk menjadikannya rekrutan pertama di era kedua Zinedine Zidane. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved