PLN Gorontalo

2 Pelajar Paskibraka Nasional Terima Beasiswa ATM dan Buku Tabungan dari PLN Gorontalo

PLN UPT Gorontalo menyerahkan beasiswa untuk Paskibraka nasional 2022 asal Gorontalo.

zoom-inlihat foto 2 Pelajar Paskibraka Nasional Terima Beasiswa ATM dan Buku Tabungan dari PLN Gorontalo
TribunGorontalo.com
PLT UPT Gorontalo menyerahkan beasiswa untuk dua pelajar asal Gorontalo, Paskibraka Nasional 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dua Pelajar peserta Paskibraka Nasional menerima Beasiswa ATM dan Buku Tabungan dari PT PLN Gorontalo (Persero).

Mereka adalah Mohammad Ziad Lahay siswa SMA Negeri 1 Popayato dan Jullistry Damopoli’i siswi SMK Negeri 1 Marisa Kabupaten Pohuwato.

Penyerahan beasiswa itu berlangsung di Aula kantor PT PLN Gorontalo (Persero).

Kantor PLN Gorontalo di Jl Limba U Dua Kota Selatan Kota Gorontalo, Jumat (30/9/2022).

Thaib Nento PLH Manager UP3 PT PLN Gorontalo (Persero) menyampaikan, beasiswa itu bentuk penghargaan mereka untuk siswa berprestasi.

Dia berharap beasiswa itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Terutama peningkatan untuk siswa berprestasi di Provinsi Gorontalo mewakili nasional," ujar Thaib.

"Jangan dilihat angkanya, tapi ini sangat bermanfaat bagi kalian," ucapnya.

Manajemen PT PLN Gorontalo (Persero) menyampaikan apresiasi setingi-tingginya kepada guru, sehingga pelajarnya bisa mewakili Gorontalo di Paskibraka Nasional 2022.

Siapa Ziad dan Jullistry?

Moh. Ziad Lahay (16) merupakan anak pertama dari pasangan Femy Lahay dan Deby Yusuf

Siswa kelahiran 19 Mei 2006. Ia memiliki tinggi badan 178 cm. berat badan 69 kg. 

Ziad lahir di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Saat ini berdomisili di Jalan Trans Sulawesi, Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.

Ziad memiliki hobi bermain sepak bola dan jogging. 

Setiap pulang sekolah, ia menyempatkan waktu 30 menit berlari di lingkungan tempat tinggalnya. 

Sementara, Jullistry atau Ade adalah anak pasangan dari Kristin Tumampas dan Hardi Damopolii

Tidak begitu berbeda dengan Ziad, Ade juga pada 2022 ini terhitung 16 tahun. Ia adalah siswa kelahiran Popayato, kecamatan paling barat Pohuwato. 

Hobinya berenang dan membaca buku. 

Wanita yang sering disapa Ade tersebut memiliki tinggi badan 167,8 cm, dan berat badan 60 kg.

Ade saat ini tinggal di Desa Popayato, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Ia saat ini duduk di bangku kelas X.

Ade dan Ziad mengaku senang terpilih sebagai utusan Provinsi Gorontalo dalam mengibarkan bendera pusaka di Istana Presiden Republik Indonesia (RI).

"Tidak gampang untuk menjadi Paskibraka di tingkat Nasional, karena ini banyak melalui tahapan dan penyeleksian yang tetap," ungkap Ziad saat ditemui oleh Tribun Gorontalo di GOR Nani Wartabone.

 

 

(TribunGorontalo.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved