Siapa Bayu Habibie? Jawara eFootball di Piala Gubernur ESI Gorontalo
Bayu Habibie, seorang atlit eSport telah melanglang buana di ajang kejuaraan eFootball Nasional maupun Internasional.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bayuuhabibie.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bayu Habibie, seorang atlet esport telah melanglang buana di ajang kejuaraan eFootball Nasional maupun Internasional.
Sebelum berlaga di piala gubernur ESI Gorontalo, Bayu sempat mengikuti ajang kejuaraan dunia secara online.
Namun Bayu kandas di babak delapan besar. Dia kalah dengan atlit esport asal Jepang.
Bayu merupakan pria asli Gorontalo. Saat ini, remaja 23 tahun itu berdomisili di Jalan HB. Jasin, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Pendidikan Formal
Bayu pernah bersekolah di SMP 1 Kota Gorontalo, SMAN 1 Gorontalo, dan saat ini sedang melanjutkan studinya di Universitas Ichsan Gorontalo.
Dia mengaku suka game, sejak duduk di bangku sekolah SD kelas empat, namun ketika itu Bayu bermain semua game sesuka hatinya.
Bayu mulai fokus bermain eFootball sejak lulus SMA, ketika itu dia bermain di tempat rental Play Station (PS).
Awal karir Bayu masuk tim esport, dirinya nekat mengikuti turnamen Liga 1 Pro Evolution Soccer (PES) di Jakarta tahun 2018.
Mulai saat itu, Bayu dilirik tim-tim eSport khusus game PES (eFootball).
Pria kelahiran 26 April 1999 itu, pertama kali jadi pro player di tahun 2020. Saat itu, Bayu direkrut tim e-Sport yang Ia tak mau sebutkan namanya.
Kini, Bayu tergabung dalam tim Badut esport asal Bekasi bersama rekannya Akbar Paudi pria asal Gorontalo juga. Di tim tersebut Bayu latihan selama dua jam per hari.
"Itu aturan dari semua tim-tim esport yang ada, hanya latihan selama dua jam," kata Bayu saat ditemui TribunGorontalo.com di Gedung Bele Li Mbui.
Menurutnya, untuk latihan game online eFootball cukup berlatih hanya beberapa jam saja.
Karena jika latihan secara berjam-jam akan bosan dan muncul rasa malas.