Minggu, 8 Maret 2026

Liga Italia

Langkah Pengecut Inzaghi di Udinese Vs Inter Milan Buat Posisinya Terancam, Ganti atau Pertahankan?

Laga Inter Milan melawan Udinese dalam Serie A Liga Italia membuat posisi Simone Inzaghi sebagai pelatih terancam. Akankah ia digantikan?

Tayang:
Penulis: Ananda Putri Octaviani | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Langkah Pengecut Inzaghi di Udinese Vs Inter Milan Buat Posisinya Terancam, Ganti atau Pertahankan?
Instagram Inter Milan
Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi dan para pemainnya. Laga Inter Milan melawan Udinese dalam Serie A Liga Italia membuat posisi Simone Inzaghi sebagai pelatih terancam. Akankah ia digantikan? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Laga Inter Milan melawan Udinese dalam Serie A Liga Italia membuat posisi Simone Inzaghi sebagai pelatih terancam.

Pasalnya, Inter Milan harus merasakan kembali pahitnya kekalahan atas Udinese dengan skor 3-1.

Kekalahan Inter Milan atas Udinese ini disebut-sebut disebabkan oleh Inzaghi yang salah membuat keputusan saat laga berlangsung.

Baca juga: Masalah Kompensasi Sporting CP Bikin Rafael Leao Minta AC Milan Naikkan Gaji dan Enggan ke Chelsea?

Baca juga: Inter Milan Terpuruk, Keputusan Inzaghi saat Lawan Udinese Pengecut dan Medioker, Bakal Diganti?

Bahkan, penggemar yang kecewa sampai menggaungkan tagar Inzaghi Out di media sosial.

Dikutip dari BolaSport, dalam laga tandang Inter Milan itu, Inzaghi dinilai telah melakukan langkah aneh.

Bahkan Inzaghi sampai disebut sebagai pengecut karena langkah yang dilakukannya itu.

Bagaimana tidak, pelatih berusia 47 tahun itu menarik keluar Alessandro Bastoni dan Henrikh Mkhitaryan, untuk kemudian digantikan dengan Federico Dimarco dan Roberto Gagliardini.

Padahal, laga Udinese vs Inter Milan itu baru berjalan 31 menit, dengan skor seri, 1-1.

Inzaghi beralasan, ia mengganti kedua pemain itu karena Bastoni dan Mkhitaryan mendapatkan kartu kuning, membuat sang pelatih memilih menghindar dari kemungkinan adanya kartu kuning kedua.

"Mereka mendapat kartu kuning. Udinese memenangi semua duel perebutan bola dan kami berada dalam masalah. Saya ingin memberikan kejutan," ujar Inzaghi pascalaga.

Langkah yang dilakukan Inzaghi ini tentu dianggap sebagai langkah pengecut, karena pelatih nyatanya tak membiarkan pemain berjuang sekuat tenaga untuk membuktikan diri dan memperbaiki kesalahan.

Tak sampai di situ, Inzaghi juga membuat keputusan yang membuatnya dicap sebagai pelatih medioker.

Inzaghi menarik mundur Edin Dzeko dan Francesco Acerbi saat kedua pemain itu sedang berkontribusi positif bagi tim.

Baca juga: Dua PR Stefano Pioli Susul Kalahnya AC Milan 1-2 dari Napoli dalam Big Match Serie A Liga Italia

Dzeko turun lapangan di menit 67 digantikan Joaquin Correa, sementara Acerbi digantikan Stefan de Vrij di menit 79.

Berharap bisa membangun serangan, para pemain pengganti itu justru melempem selama permainan, hingga Udinese berhasil mencetak 2 gol di 10 menit terakhir laga.

Kinerja buruk Inzaghi akhirnya membuat banyak pihak menilai sang juru taktik Inter Milan ini akan digantikan.

Bahkan kabar yang berhembus menyebut Steven Zhang kini tengah menyeleksi pelatih baru.

Mengutip TribunKaltara, ada tiga pelatih potensial yang bisa saja menggantikan Inzaghi.

Pertama ada Mauricio Pochettino yang dinilai bisa memberi upgrade kepada para pemain muda tim yang masih kalah saing dengan penggawa senior.

Ada pula Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman yang diketahui mampu menyulap Chelsea dari tim zona degradasi menjadi peraih piala Liga Champions.

Dan yang terakhir adalah Claudio Ranieri yang tentu unggul dalam hal pengalaman, menukangi tim besar hingga klub yang terseok di zona merah.

Di sisi lain, tak semua orang menilai pemecatan Simone Inzaghi sebagai solusi yang tepat atas buruknya permainan Inter Milan.

Mengutip TribunKalteng, Ultras Inter Milan, Curva Nord bahkan mengklaim, yang menjadikan Nerazzurri kalah di Liga Italia adalah karena ego para pemainnya.

Curva Nord menyebut tuntutan pemecatan Simone Inzaghi sebagai hal yang terlalu gegabah.

"Kami dibanjiri permintaan penggemar di media sosial yang menuntut revolusi."

"Realitanya ini lebih kompleks daripada menyerukan #InzaghiOut yang tergesa-gesa," bunyi pernyataan Curva Nord di laman Facebook mereka.

Baca juga: Rekor 22 Pertandingan Serie A AC Milan Dipatahkan Napoli, Pioli Tak Bisa Sembunyikan Kekecewaan

Curva Nord dalam rilisnya menyebut kekalahan Inter Milan tak hanya disebabkan oleh Simone Inzaghi tapi juga karena peforma tim yang jeblok di musim ini.

"Poin pentingnya adalah tidak ada lagi toleransi, pelatih pasti membuat kesalahan tapi tidak ada alibi untuk pemain yang dalam situasi ini menyeret tim ke bawah."

Menurut Curva Nord, tim Nerazzurri terlalu mementingkan ego masing-masing dan mengesampingkan tujuan bersama.

"Kami tidak OK dengan itu, setelah kembali dari jeda internasional harus ada perubahan! Setiap orang harus dihadapkan dengan tanggung jawab mereka."

Tak hanya 'fans tribun utara' yang menilai tindakan pemecatan Inzaghi sebagai solusi yang tak tepat, nyatanya hal serupa juga dirasakan Mantan Presiden Inter Milan Milan Massimo.

Dilansir Kompas.TV yang mengutip Football Italia, Moratti menilai salah satu faktor yang menyebabkan permainan Inter Milan menurun adalah karena kepergian Ivan Perisic.

Absennya Romelu Lukaku di laga karena cedera yang diderita juga cukup berdampak pada lini serang Nerazzurri.

"Mengingat hasil musim lalu, awal ini tentu tidak terduga," kata Moratti dikutip dari Football Italia, Selasa (20/9/2022).

"Tentu saja, cedera Romelu Lukaku membuat dampak dan mengubah situasi, tetapi itu terlihat seperti masalah yang lebih besar bagi saya, jika itu benar-benar memperhatikan hubungan internal antara pemain dan pelatih."

“Saya harap itu tidak benar, karena saya pikir Inzaghi adalah pria yang baik dan pelatih yang baik. Tim ini juga kurang lebih sama seperti musim lalu.”

“Kami semua suka berpura-pura lupa bahwa Perisic adalah pemain yang fantastis dan dia juga sangat membantu pertahanan,” lanjut Moratti.

"Mungkin kepergiannya diremehkan, itu adalah perubahan yang sangat besar dan penting bagi tim."

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Serie A AC Milan Vs Napoli, Bisakah Rossoneri Bertahan tanpa Rafael Leao?

Moratti bahkan menegaskan ia akan tetap mempertahankan Inzaghi jika ia masih menjabat sebagai Presiden Inter Milan.

"Saya bukan orang yang bisa ditanyai, karena saya telah melalui begitu banyak pelatih, pendapat saya tidak sepenuhnya dapat diandalkan," jawabnya dengan bercanda.

"Tapi saya akan melanjutkan dengan Inzaghi, karena saya pikir dia sudah membuktikan dirinya," tutup Moratti.

(TribunGorontalo.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved