Perlakuan Carlo Ancelotti dan Suasana Ruang Ganti Real Madrid Bikin Ruediger Jatuh Hati
Antonio Ruediger mengakui Carlo Ancelotti membuatnya cepat beradaptasi di Real Madrid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Antonio-Ruediger-mengagumi-cara-Carlo-Ancelotti.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Antonio Ruediger mengakui Carlo Ancelotti membuatnya cepat beradaptasi di Real Madrid.
Melansir dari Marca, sosok Ancelotti membuat Ruediger merasa betah di ruang ganti. Ia juga memuji cara pelatih 62 tahun itu memperlakukan pemain Real Madrid.
Saat Ruediger baru bergabung Real Madrid, Ancelotti orang pertama mengunjungi rumahnya di Spanyol.
“Saya dan keluarga saya baru saja berada di rumah baru kami. Selama beberapa jam, tiba-tiba bel pintu berdering, saat itu kami sedang memanggang. Carlo Ancelotti ada di sana ketika saya membukanya. Momen yang luar biasa,” kata Rudiger dalam wawancaranya bersama Sport 1 dikutip Marca.
Baca juga: Barcelona Tunggu Gratisan Marco Asensio, Real Madrid Legowo?
Pemain 29 tahun itu mengatakan, Ancelotti makan malam bersama keluarganya. Ancelotti berdiskusi segala hal selama dua jam di rumah Ruediger.
Sejujurnya, kata Ruediger, belum pernah ada pelatih yang sedekat itu dengannya. Ia mengakui Ancelotti sangat ahli dalam urusan komunikasi interpersonal dengan pemainnya.
"Setelah beberapa bulan dengan dia, saya harus mengatakan, ketika berurusan dengan pemain, Ancelotti tidak ada duanya," akunya.
Rudiger juga berbicara bagaimana Ia akhirnya memutuskan meninggalkan Chelsea untuk Real Madrid, padahal bisa saja Ia pindah ke klub lain.
Baginya, Ia hanya tertarik bertahan di Chelsea atau pindah ke Real Madrid.
Setelah memulai debutnya, bek internasional Jerman itu mengungkapkan semuanya berjalan mudah. Bahkan Ia merasa mudah berbaur dengan rekan setimnya saat ini.
"Jika saya benar-benar jujur, tidak ada tim lain yang membuat saya begitu mudah untuk berintegrasi," ucapnya.
Idolakan Pepe
Rudiger terang saja mengagumi bek Portugal dan legenda hidup Real Madrid Pepe.
Ia tidak pernah melewatkan momen untuk menonton aksi Pepe di atas lapangan.
"Di Real Madrid, Pepe jadi panutan favorit saya, dan saya selalu bercita-cita untuk jadi seperti dia. Dia biasa mengangkangi lawan-lawannya dalam rekaman yang biasa saya tonton," kata Rudi.
Rudi bermimpi bisa meniru permainan Pepe, namun dengan versinya sendiri. Sebab, Ia menyukai gaya agresif tanpa melukai lawan.
"Tidak hanya dalam tekel, tetapi juga dalam pengaturan permainan. Tapi hari ini, semua orang di Real memberi tahu saya bahwa dia adalah orang yang sangat tenang di luar lapangan," ungkapnya.
Baca juga: Pemain Real Madrid Balas Arogansi Fans Atletico Madrid: Rodrygo Menari, Fede Meditasi
Pepe menghabiskan satu dekade berseragam Los Blancos. Pemain yang kini membela FC Porto ini dikenal bengal.
Tak tanggung, selama 334 tampil bersama Real Madrid, Pepe sudah mengoleksi 82 kartu kuning dan enam kali diusir dari lapangan.
Sesuai perkataannya, Ruediger memang sedikit mirip Pepe dalam hal agresif menghadapi lawan-lawannya.
Bahkan di sesi latihan, Ruediger hampir saja mencederai Eden Hazard. Ia juga terlibat dalam kericuhan El-Clasico, 24 Juli lalu.
Total selama karir profesionalnya, Rudi telah 71 kali dihadiahi kartu kuning oleh sang pengadil laga.
(TribunGorontalo.com)