Empat Pengusaha China Pembeli Batu Hitam Gorontalo Diisolasi di Lapas

Otoritas Lapas Kelas II A Gorontalo mengkonfirmasi hal tersebut. Melalui sambungan telepon, Fery Utiarahman menjelaskan empat pengusaha itu tengah dit

Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Otoritas Lapas Kelas II A Gorontalo mengkonfirmasi hal tersebut. Melalui sambungan telepon, Fery Utiarahman menjelaskan empat pengusaha itu tengah ditahan di lapas. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Empat pengusaha asal China pembeli batu hitam (batu galena) di Gorontalo, kini ditahan di Lapas Kelas II A Gorontalo. 

Otoritas Lapas Kelas II A Gorontalo mengkonfirmasi hal tersebut. Melalui sambungan telepon, Fery Utiarahman menjelaskan empat pengusaha itu tengah ditahan di lapas. 

“Benar, saat ini empa pengusaha China kasus batu hitam Bone Bolango itu ditahan di Lapas Kelas II A Gorontalo,” ucap Fery, Kamis (15/9/2022). 

Menurut Fery, sesuai pedoman pencegahan Covid-19, empat tahanan ini masih menjalani isolasi. Mereka belum diizinkan berbaur dengan tahanan lainnya. 

“Sesuai standar begitu. Jadi untuk pencegahan penularan Covid-19. Mereka diisolasi dulu selama 14 hari atau dua minggu,” katanya.

Menurut Fery, pihaknya memperlakukan empat tahanan itu sesuai regulasi yang  berlaku. Tak ada perlakuan spesial dari pihak Lapas Kelas II A Gorontalo. 

“Sama saja seperti tahanan lainnya. Cuma memang ada kendala dari bahasa kita,” ucapnya sambil tertawa. 

Diakui Fery, pihaknya mengalami kesulitan komunikasi dengan empat tahanan tersebut. Sebab, hanya bisa berbahasa Mandarin, bahasa baku penduduk China. 

“Jadi tidak bisa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Cuma bisa bahasa China dorang (mereka),” katanya. 

Informasinya, empat pengusaha asal China ini tertangkap polisi tengah melakukan transaksi hasil tambang di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango pada awal tahun 2022.

Keempat pengusaha itu diketahui jadi pembeli hasil tambang batu hitam atau batu galena di kawasan konsesi PT Gorontalo Mineral.

Informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, empat WNA itu masing-masing bernama Gan Chaifeng, GanHansong, Dingseng, dan Chen Jinping.

Kini, penahanan terhadap empat warga negara asing (WNA) asal China ini dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone Bolango pada Selasa (13/9/2022).

Sebagai barang bukti, telah disita sedikitnya 8 ribuan karung batu hitam. Serta timbangan yang digunakan. 

Kata Susanto, nantinya keempat WNA ini akan ditahan di Lapas Kelas II A Gorontalo. Sebelum nanti berkasnya dilimpahkan ke persidangan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved