MAN Insan Cendekia Gorontalo
Juara Olimpiade Bahasa Arab Gorontalo Disapu Bersih Siswa MAN Insan Cendekia
Ketiga siswa itu Saladin Ghaza Al-Arsyad, Ikrar Gempur Tirani, dan Archityadna Muharram Febryanto. Masing-masing adalah juara 1,2, dan 3.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/10092022OlimpiadeMAN-Insan-Cendekia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gorontalo menyapu bersih Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-5 Tahun 2022 tingkat Provinsi Gorontalo.
Ketiga siswa itu Saladin Ghaza Al-Arsyad, Ikrar Gempur Tirani, dan Archityadna Muharram Febryanto. Masing-masing adalah juara 1,2, dan 3.
Namun hanya juara 1 yang berhak melaju Olimpiade Bahasa Arab tingkat Nasional.
Kepala MAN IC Gorontalo, Jasmaniar, mengapresiasi hasil ketiga anak didiknya dan berharap kepada Saladin agar bisa meraih kesuksesan dan memenangi pertandingan pada Olimpiade Bahasa Arab di tingkat Nasional.
“Alhamdulillah, selamat kepada tim MAN IC yang telah ditetapkan sebagai pemenang dalam OBA. Dan khususnya buat ananda Saladin yang akan mewakili Provinsi Gorontalo ke tingkat Nasional, saya berdoa bisa menang dan meraih juara pada ajang lomba tersebut,” tambah Jasmaniar, Jumat (9/9/2022).
Olimpiade Bahasa Arab memperlombakan 9 kategori. Sebelumnya setiap peserta mengikuti seleksi tingkat kabupaten dan provinsi guna mewakili Provinsi Gorontalo ke tingkat Nasional.
Untuk kategori ke-1 dan ke-2 menggunakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018.
Sedangkan kategori ke-3, 4, 6 dan 7 menggunakan KMA Nomor 183-184 Tahun 2019, kategori ke-5 menggunakan kitab “Silsilah al-arabiyah bayna yadaika,” kategori ke-8 menggunakan kitab “Silsilah al-arabiyah bayna aydina awwal”, dan untuk kategori ke-9 (Guru Bahasa Arab) menggunakan standar TOAFL.
Sementara itu, Pembina OBA MAN IC Gorontalo, Fernando, menerangkan olimpiade ini menggunakan aplikasi Edubox dengan rincian soal yang beragam dalam setiap tingkatan lomba, baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.
“Peserta menjawab 50 soal berupa pilihan ganda dalam waktu maksimal 1 jam pada seleksi kabupaten/kota, 75 soal berupa pilihan ganda dalam waktu maksimal 1 jam pada seleksi provinsi, dan pada grand final-nya akan menjawab 100 soal berupa pilihan ganda dalam waktu maksimal 1 jam,” ungkap Fernando.
“Lomba dilakukan secara daring (dalam jaringan), menggunakan perangkat laptop/komputer dengan jaringan internet yang stabil. Tidak diperbolehkan peserta memakai perangkat berupa tablet/smartphone,” tandasnya. (*)