Pertandingan PS Pohuwato vs Panua FC Ricuh, Wasit Nyaris Diamuk Pemain
Pemain Panua FC emosi kepada wasit karena dianggap curang. Wasit diduga membiarkan pelanggaran yang dilakukan pemain PS Pohuwato.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/06092022_Pertandingan-PS-Pohuwato-vs-Panua-Fc.jpg)
TRIBUNGGORONTALO.COM, Gorontalo - Pertandingan sepak bola antara PS Pohuwato vs Panua FC, berakhir ricuh, Senin (5/9/2022).
Pertandingan yang digelar di Stadion 25 Februari Pohuwato tersebut, sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara pemain dengan wasit.
Pemain Panua FC emosi kepada wasit karena dianggap curang. Wasit diduga membiarkan pelanggaran yang dilakukan pemain PS Pohuwato.
Kericuhan di stadion sepak bola terbesar di Pohuwato itu, sempat terekam dalam video berdurasi 3 menit.
Dalam tayangan video itu, pemain Panua Fc yang emosi memasuki lapangan sepak bola, usai wasit memberikan keputusan gol pada PS Pohuwato.
Keputusan gol diberikan, saat bola yang sudah berada di tangan penjaga gawang Panua FC, didorong oleh striker PS Pohuwato ke dalam gawang.
Kondisi itu dinyatakan gol oleh wasit. Panua FC protes. Tak terima dengan keputusan wasit.
Karena emosi, wasit berseragam biru, jadi bulan-bulanan pemain Panua FC dan official tim.
Satu pukulan bahkan berhasil lolos dan mendarat ke wajah wasit.
Insiden itu dikonfirmasi Nanang Mantali, Direktur Wasit Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Gorontalo.
Saat dihubungi via telepon, Selasa (6/9/2022), Nanang mengaku akan mendalami kejadian itu.
Ia menyesalkan insiden tersebut. Apalagi sampai harus ada aksi pemukulan terhadap wasit.
Ada prosedur jika ingin protes keputusan wasit.
"Semua kan ada aturannya, ada jalur hukumnya, jika tidak sepakat maka ajukan protes dan kami akan melakukan persidangan," ungkap Nanang kepada Tribun Gorontalo melalui telepon selular, Selasa (6/9/2022).
Sebagai direktur wasit Asprov
Sampai saat ini Nanang selaku pemimpin wasit di Provinsi Gorontalo belum bisa menanggapi terkait wasit yang diduga melakukan kecurangan tersebut.
Sebagai direktur wasit, Nanang menyebut tentu akan menindaklanjuti jika ada protes dari tim yang protes.
Biasanya, mekanisme yang dilakukan adalah sidang terhadap wasit tersebut, dan melihat lebih jelas pelanggaran yang terjadi. (*)