Warga Gorontalo Segera Daftar MyPertamina, Beli BBM Kini Harus Scan Barcode
Sebab, mulai 1 September 2022, setiap pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, mesti menunjukan barcode di aplikasi MyPertamina.
Penulis: Redaksi |
Laporan Sri Aprilia Mayang dari Kabupaten Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Petugas stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU) meminta masyarakat Gorontalo segera daftar MyPertamina.
Sebab, mulai 1 September 2022, setiap pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, mesti menunjukan barcode di aplikasi MyPertamina sebagai syarat daftar MyPertamina untuk pembelian.
Jika belum terdaftar, sejauh ini personel SPBU biasanya akan membantu pendaftaran.
"Scan barcode subsidi tepat ini kita menyalurkan subsidi tepat sesuai dengan arahan Pertamina. Bagi yang belum terdaftar di aplikasi, kita bantu input nomor polisi dan NIK.” ungkap Veri Mohamad.
Very adalah Manager SPBU 74.96106 di Jalan Ahmad Wahab, Kelurahan Luhu, Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, cepat atau lambat, pembelian BBM subsidi dengan scan barcode, akan segera diperketat.
Ini demi penyaluran tepat waktu BBM subsidi kata dia. “Agar yang menikmati memang benar warga yang berhak,” tukas dia.
Bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Gorontalo kini dipatok Rp10 ribu per liter.
Artinya, pemerintah merealisasikan kebijakan kenaikan harga BBM subsidi yang digodok selama ini.
Diketahui, kenaikan harga BBM subsidi ini mulai diumumkan pemerintah sejak hari ini, Sabtu (3/9/2022) pukul 15.30 Wita.
Harga BBM Subsidi Pertalite dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.
Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, penggunaan MyPertamina membantu mendata dan membatasi pembelian.
Data yang masuk tersebut, menurutnya akan diverifikasi oleh pihak BPH Migas untuk memastikan bahwa pembeli Pertalite memang pelanggan yang berhak.
"Nanti (pembelian) dengan sistem digitalisasi MyPertamina akan efektif, jadi tidak bisa mengisi berulang," ujar Saleh kepada Kompas.com, Rabu (1/6/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/03092022_Scan-barcode.jpg)