Binda Gorontalo Buka Posko Vaksinasi di Gereja, Target 200 Jiwa

Gereja di Jalan Pertiwi, Kelurahan Biawao, Kota Selatan pagi tadi itu, tampak sudah dipadati warga lintas agama.

Penulis: Husnul Puhi |
TribunGorontalo.com/Ade Puhi
Demi target 200 jiwa, Binda Gorontalo ikut menggandeng Kaum Ibu Katolik (KIK). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - BIN Daerah (Binda) Gorontalo bersama dinas kesehatan provinsi, buka posko vaksinasi di Gereja Pastoran Santo Kristoforus Gorontalo, Sabtu (3/9/2022). 

Gereja di Jalan Pertiwi, Kelurahan Biawao, Kota Selatan pagi tadi itu, tampak sudah dipadati warga lintas agama.

Demi target 200 jiwa, Binda Gorontalo ikut menggandeng Kaum Ibu Katolik (KIK). 

Baru satu jam pelaksanaan vaksinasi, panitia mengonfirmasi jika telah berhasil memvaksin 60 jiwa. 

"Sudah 60 orang yang telah divaksin, dan kami menargetkan 200 orang," ungkap ketua panitia Ketua Panitia Magretha Tinangon saat ditemui TribunGorontalo.com.

Menurutnya vaksinasi lintas agama itu untuk menindaklanjuti program dari Santo Kristoforus Gorontalo.

Selain itu, meski dari kaum ibu, namun pihaknya merasa harus membantu pemerintah mencapai angka target vaksinasi. 

"Jadi pelayanan vaksinasi lintas agama ini mencakup semua gereja-gereja dan semua kepengurusan agama Budha, Hindu, dan Islam," lanjut Magretha.

Dalam kegiatan itu, tidak hanya orang beragama Kristen saja yang melakukan vaksinasi, ada agama Islam, Budha dan Hindu.

Vaksinasi pagi tadi banyak warga yang vaksin dosis booster atau vaksin ke-3. 

Informasinya, setiap warga yang selesai vaksin, mendapatkan beras 5 kg. 

Maria Yasinta Goo (21), seorang peserta vaksin mengaku senang bisa kembali vaksin. Terlebih setelah vaksin, ia mendapat bantuan  beras. 

“Adanya bantuan beras seperti ini, sangat membantu kami sebagai mahasiswa," ungkap Maria kepada Tribun Gorontalo selepas melakukan vaksinasi.

Maria mahasiswa  jurusan Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengaku tak merasakan efek samping usai divaksin. 

Ia hanya merasakan sedikit cubitan kecil saat jarum suntik masuk ke tangan bagian kanannya.

"Tidak ada yang terasa, hanya seperti dicubit saja," ujarnya senyum.

Selain pemberian beras, pihak panitia juga menyediakan makanan ringan untuk anak usia di bawah 15 tahun. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved