Istri Angel Di Maria 'Peringati' Eks Pemain Real Madrid: Manchester Kota Mengerikan
Banyak mempertanyakan keputusan Casemiro meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Manchester United musim panas ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Di-Maria-dan-Casemiro.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Banyak mempertanyakan keputusan Casemiro meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Manchester United musim panas ini.
Tak sedikit pula menganggap Casemiro tergiur cek dari Manchester United. Sehingga, rela melepas kejayaannya di Real Madrid.
Tapi anggapan itu segera dibantah sang pemain. "Pergi demi uang? orang-orang yang mengatakan ini jelas-jelas tidak mengenal saya. Mereka salah. Jika demi uang, saya akan pergi 4 tahun yang lalu."
Pemain 30 tahun itu mengaku telah merencanakan kepergiannya, seusai Real Madrid menjuarai Liga Champions ke-14 mereka.
"Itu bukan keputusan yang tiba-tiba. Saya tahu setelah final Liga Champions bahwa saya ingin pergi," kata dia.
Casemiro mengatakan keinginannya bermain kembali dengan Varane dan Cristiano Ronaldo di sana.
Baru-baru ini, viral video istri Angel di Maria, Jorgelina mengungkapkan penyesalannya di masa lalu.
Menurut Jorgelina, Angel membujuknya meninggalkan Madrid, karena tawaran tinggi dari Manchester United.
Baca juga: Dua Legenda Man United Ragukan Casemiro, Reputasi di Real Madrid Tak Cukup?
Diketahui, video itu dibuat tahun 2020. Joelina berbicara kepada El Trece di saluran Argentina LAM, di mana dia berbagi pengalaman tidak menyenangkan semasa di Manchester.
“Mengerikan. Kota terburuk adalah Manchester. Manchester benar-benar mengerikan," kata dia.
Jorgelina mengunjungi temannya Gianina Maradona, sebelumnya menikah dengan Sergio Aguero, di Manchester.
Dia menjawab, "Siapa pun dapat membeli Anda dari negara mana pun kecuali Inggris."
"Tahun kami akhirnya menetap di Inggris. S*al."
Diketahui, Angel Di Maria hengkang dari Real Madrid tahun 2014.
United mengklaim Di Maria menandatangani kontrak lima tahun.
"Meskipun beberapa tim tertarik pada saya dan saya sangat menyukai waktu saya di Spanyol, satu-satunya tim yang ingin saya tinggalkan dari Real Madrid adalah United," ucap Di Maria dalam konferensi pers pertama sebagai Manchester United, dikutip dari B/R.
Di Maria tiba di Manchester, saat Van Gaal mengambil alih kursi kepelatihan.
Pelatih Belanda itu menyukai gaya permainan Di Maria.
"Angel adalah gelandang kelas dunia, tetapi yang lebih penting, dia adalah pemain tim, kata manajer Louis van Gaal. Bakat alaminya yang luar biasa tidak dapat disangkal," ungkap Van Gaal.
Kepergian Di Maria hanya semusim sejak kedatangan Ancelotti.
Ia harus memutuskan meninggalkan klub, setelah Ia mulai kehilangan tempat di tim inti.
Pasalnya, Florentino Perez baru saja mendatangkan Toni Kroos dan James Rodriguez.
Ancelotti sengaja menariknya ke tengah. Sebab, posisi sayap telah dipercayakan untuk Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo.
Di saat bersamaan tawaran menggiurkan United datang.
Namun, karir Di Maria memburuk di Inggris. Ia hanya diturunkan dalam 32 pertandingan, mencetak 4 gol dan 12 assist.
Di Maria dianggap gagal menaklukan nomor 7 keramat.
"Saya tidak peduli tentang Manchester United No. 7 pada awalnya, itu hanya kaus," kata Di Maria, dalam sebuah pernyataan kepada TyC Sports.
"Pelatih di Manchester adalah masalah saya. Yang terburuk dalam karir saya adalah Van Gaal. Dia akan menunjukkan umpan saya yang dijatuhkan pada hari berikutnya, setelah saya mencetak gol dan memberi assist. Dia memindahkan saya dari hari ke hari karena dia tidak menyukai pemain yang lebih baik dari dia."
Karirnya mulai membaik, setelah Ia memutuskan pindah ke PSG. Di Paris, Ia tampil lebih 200 laga, lebih baik dari saat masih membela Los Blancos.
Saat ini, pemain internasional Argentina itu telah hijrah ke Juventus pada jendela transfer musim panas. (*)