Gempa Gorontalo

Gempa Bumi M3.2 dan M2.8 Teluk Tomini Gorontalo, Selasa 23 Agustus 2022

Gempa bumi M3.2 skala richter (SR) arah 13 kilometer barat daya Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Selasa 23 Agustus 2022 pukul 07.39 Wita.

Editor: lodie tombeg
BMKG Gorontalo
Info gempa bumi Selasa 23 Agustus 2022 pagi. Gempa bumi M3.2 skala richter (SR) arah 13 kilometer barat daya Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Selasa 23 Agustus 2022 pukul 07.39 Wita. 

Gempa berkekuatan magnitudo 5.8 SR yang mengguncang Bali cukup mengagetkan dan membuat panik sejumlah warga.

Meski BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami, namun getarannya tidak hanya dirasakan oleh warga Bali tetapi juga peserta G20, warga Lombok hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Diketahui gempa berpusat di 74 kilometer arah tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Senin (22/8/2022) pukul 16.36 Wita atau pukul 15.36 WIB.

Warga kaget dan panik Warga Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Yoga Sariada mengaku kaget saat terjadi gempa.

"Kaget, saya sedang duduk tiba-tiba terasa bergoyang-goyang,” kata dia dikutip dari Kompas.com, Senin (22/8/2022).

Warga lain di Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Agung Kurnia, mengaku sempat panik saat terjadi guncangan.

Menurutnya, getaran gempa cukup terasa sehingga dia pun langsung keluar dari kamar kosnya di lantai dua turun ke halaman bawah.

"Getarannya terasa dua kali. Yang pertama agak kecil, yang kedua cukup kencang getarannya. Saya lihat jendela dan pintu goyang-goyang. Panik langsung keluar turun," katanya.

Dia sempat melihat sejumlah tetangganya berhamburan keluar rumah. "Saya lihat tetangga sekitar juga berhamburan keluar, tapi tidak sampai teriak," ujar dia.

Peserta G20 berhamburan keluar Selain itu, gempa juga dirasakan sejumlah peserta acara Health Working Group (HWG) G20 ketiga dan The 21st Meeting North Indian Hydrographic Commission (NIOHC), yang merupakan side event G20 di Hotel Hilton, Nusa Dua, Badung, Bali.

Saat terjadi gempa, peserta panik lalu berhamburan keluar ruangan. Perwakilan dari Civil 20 (C20) di HWG ke-3, Aqila mengaku sempat panik karena guncangan gempa terasa sekian detik.

"Awalnya tidak terasa, tapi begitu guncangannya kuat baru kita semua lari keluar. Beruntung, acaranya sudah selesai, jadi langsung keluar aja," katanya.

Hal senada juga dirasakan salah satu staf Humas Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), Letkol Hari.

Dia mengatakan, acara sudah berakhir saat terjadi guncangan. Namun, para peserta tetap berlari panik keluar ruangan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved