Banjir Bone Bolango

973 Jiwa Terdampak Banjir di Bone Pesisir, BPBD Berupaya Evakuasi

Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo menyatakan pihaknya dibantu Dinas Sosial, Tagana, TNI, Polri, mengevakuasi warga yang terdampak. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Kondisi desa di Bone pesisir, Kabupaten Gorontalo. Warga terjebak banjir. BPBD bergerak mengevakuasi warga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo –- Sedikitnya 978 jiwa di Kecamatan Bone pesisir terdampak banjir bandang Senin, (22/8/2022). 

Nyaris seribu warga itu merupakan penduduk tiga desa; Ilohuuwa, Marsiaga, dan Moodulio.

Rincianya, Desa Ilohuuwa 57 KK 210 jiwa, Desa Masiaga 208 KK 732 jiwa, dan Desa Moodulio 12 KK 36 jiwa. 

Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo menyatakan pihaknya dibantu Dinas Sosial, Tagana, TNI, Polri, mengevakuasi warga yang terdampak. 

“Saat ini kami telah melakukan evakuasi, pendataan dan pendistribusian makanan siap saji,” kata Achril. 

Sebanyak 6 petugas diterjunkan ke lokasi. Sejumlah peralatan seperti perahu karet turut dibawa. 

Lalu regu 2 berisi 8 personel juga turut membantu. Diterjunkan ke lokasi. 

Camat Bone, Kristianto Ruchban kepada TribunGorontalo.com menjelaskan, banjir merendam seluruh kawasan desa-desa itu. 

Aktivitas lumpuh, sementara warga kebingungan tak sempat bersiap. 

Tak cuma rumah warga, fasilitas umum serta kantor-kantor pemerintahan terendam. Pelayanan terhenti. 

Ia pun kini bersama pihak terkait, melakukan evakuasi warga. 

Ia tak ingin korban jiwa berjatuhan. Terlebih banjir diperkirakan setinggi 1,2 meter. 

Jalanan bahkan tak bisa dilalui kendaraan. Semua tertahan tak bisa bergerak. 

"Karena ketinggian air maupun banjir sudah mencapai 1,2 meter, bahkan kendaraan tidak bisa lewat,” tegas Kristianto. 

"Informasi terakhir bahwa jembatan darurat yang dibuat oleh masyarakat dari batang kelapa yang menghubungkan Dusun III dang pusat Desa Ilohuuwa, itu sudah hanyut terbawa banjir,” terang Kristianto.

Aliran listrik desa kini padam. Hingga malam menjelang, hujan masih belum berhenti mengguyur. 

Sementara dalam kegelapan, warga kesulitan. Pemerintah diminta cepat bertindak. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved