Menanti Aksi Persidago 'Si Pembunuh Raksasa' di Liga 3 dan Piala Indonesia 2022
Persidago,klub asal Kabupaten Gorontalo akan kembali berpartisipasi di Liga 3 Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga turut berjibaku di Piala Indonesia
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Persidago-liga-3.jpg)
"Tentu kami mempersiapkan tim Persidago sesuai dengan kemampuan finansial klub. Dengan pemain kualitas level 2," tuturnya.
Baca juga: Maksimalkan Kekuatan Jelang Liga 3 Indonesia, Pelatih Persidago Mulai Uji Kekompakan Tim
Kompetisi Liga 3 putaran Provinsi dan Piala Indonesia yang berbarengan akan menguji mental tim bermarkas di Stadion 23 Januari tersebut.
Latihan demi latihan telah dilalui tim Persidago, demi mengawinkan ambisi dan ekspektasi menjadi prestasi.
Persidago mulai meningkatkan intensitas latihan fisik, menjelang liga 3 putaran provinsi, Kamis (11/8/2022).
Hal itu disebabkan beberapa pemain Persidago mengalami penurunan stamina. Padahal Liga 3 hanya dalam hitungan hari.
"Setiap pekan kami lakukan evaluasi fisik dari tiap pemain," ungkap Kamel Dukalang, pelatih fisik Persidago.
Walaupun sempat dianggap sebagai klub termiskin di Liga 3 Indonesia, tidak ada yang mampu menukar tekad Laskar Menara mendaki puncak juara.
Menurut Asisten Manajer, Helmin Hippy, meski berhasil mengarungi kompetisi musim lalu, Persidago dianggap tim termiskin. Padahal dana yang dikeluarkan klub mencapai Rp 1 Miliar.
"Terkait biaya tim memang masih menjadi perbincangan hampir setiap tim," kata Helmin, Sabtu (11/6/2022).
Dalam mengarungi kompetisi sepak bola di Indonesia, setiap tim harus merogoh kocek yang tidak sedikit, agar keberlangsungan tim tetap terjaga.
"Musim lalu, kita menghabiskan satu miliar lebih, tapi masih dianggap sebagai tim termiskin," imbuh Helmin.
Helmin menjelaskan, idealnya biaya selama satu musim itu mencapai Rp 4-5 miliar.
"Itu (biaya) sudah termasuk gaji pemain, honor official, dan akomodasi, juga fasilitas tim," jelasnya.
Karena itu, manajemen Persidago sudah menyusun konsep dan strategi untuk mendapatkan dukungan sponsor, baik dari swasta maupun BUMN. (*)