Covid 19 Gorontalo
Gorontalo-Sulteng Nol Kasus, Ini Sebaran 5.532 Kasus Covid-19 Indonesia 11 Agustus 2022
Provinsi Gorontalo, Bengkulu dan Sulawesi Tengah 0 (nol) kasus Covid-19 pada Kamis 11 Agustus 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/110822-vaksinasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Provinsi Gorontalo, Bengkulu dan Sulawesi Tengah 0 (nol) kasus Covid-19 pada Kamis 11 Agustus 2022.
Sementara 31 provinsi lainnya menyumbangkan kasus baru Covid-19. Data Satgas Covid-19, hari ini ada tambahan kasus positif sebanyak 5.532 kasus.
Beberapa hari terakhir Gorontalo mencatat 0 (nol) kasus Covid-19 setelah terjadi penambahan kasus baru beberapa hari lalu.
Baca juga: Gorontalo Nol Kasus, Ini Sebaran 5.455 Kasus Covid-19 Indonesia 6 Agustus 2022
Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan data Rabu (10/8/2022) kemarin yang sebanyak 5.926 kasus.
Adanya tambahan sebanyak 5.532 kasus pada hari ini membuat total kasus posotif Covid-19 Indonesia menjadi sebanyak 6.267.137 kasus, sejak awal terdeteksi pada Maret 2020 lalu.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni 2.218 kasus.
Di posisi kedua ada Jawa Barat dengan kasus positif sebanyak 1.296 kasus, kemudian disusul Banten dengan 695 kasus.
Jawa Timur menempati posisi keempat dengan 466 kasus dan di posisi kelima ada Bali dengan 142 kasus.
Menkes Ajak Lansia Vaksinasi Covid-19 untuk Cegah Kematian
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Menteri Kesehatan RI (Menkes)Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi dan booster bisa mengurangi risiko kematian dan masuk rumah sakit.
Kasus di Indonesia saat ini lebih sedikit yakni sekitar 7 ribuan per hari daripada kasus di luar negeri seperti Jepang yang mencapai 300 ribuan per hari.
Menkes mengatakan perlunya vaksinasi karena mayoritas penyebab pasien Covid-19 dengan kondisi berat di rumah sakit dan pasien yang meninggal karena tidak divaksin atau vaksinnya belum lengkap.
Baca juga: Gorontalo Nol Kasus Baru Covid-19 pada Kamis 4 Agustus 2022: Sulut-Sulteng 21 Kasus
“Kalau sudah divaksin atau booster, maka risiko seseorang tertular Covid-19 turun jauh dibandingkan yang belum vaksin atau booster,” ucap Menkes Budi dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).
Lansia yang tertular Covid-19 dan dirawat di rumah sakit memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi daripada lansia di bawah usia 50 tahun.
Kemudian yang paling banyak masuk rumah sakit dan meninggal adalah yang belum divaksin.
“Jadi pesan saya cuman satu, cepat-cepat divaksin dan booster, kalau tertular tidak apa-apa tapi insha Allah tidak masuk rumah sakit dan mengurangi risiko kematian,” kata Menkes.