Capres 2024
Breaking News: Bursa Capres PDIP, Puan Maharani Punya Modal Suara 15,55 Persen di Gorontalo
Partai Puan Maharari, PDIP punya modal elektotal 15,55 persen hasil Pemilu 2019 di Provinsi Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/020822-puan-maharani.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Partai Puan Maharari, PDIP punya modal elektotal 15,55 persen hasil Pemilu 2019 di Provinsi Gorontalo.
Puan Maharani ramai diusung sejumlah relawan untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.
Di DPRD Provinsi Gorontalo, partai Puan Maharani memperoleh 7 kursi, kedua terbanyak setelah 10 kursi yang diperoleh Partai Golkar.
Berikut perolehan kursi DPRD Provinsi Gorontalo pada Pemilu 2019:
1) Golkar 10 kursi
2) PDIP 7 kursi (15,55 persen)
3) NasDem 6 kursi
4) PPP 5 kursi
5) Gerinda dan PKS 4 kursi
6) Demokrat dan PAN 3 kursi
7) Hanura 2 kursi
8) PKB 1 kursi
9) Nonseat: Garuda, Berkarya, Perindo, PSI, PBB, PKPI
Ketua DPR RI Puan Maharani didorong maju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Puan Maharani punya modal elektoral 27.503.961 atau 19,33 persen pada Pemilu Legislatif 2019. Asumsinya massa PDIP loyal dengan keputusan partai.
Relawan hingga kader PDIP berharap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusung Puan Maharani sebagai capres.
Beberapa tokoh dijagokan mendampingi Puan Maharani di antaranya:
1) Menteri BUMN Erick Thohir,
2) Panglima TNI Andika Perkasa,
3) Ketua PB Nahdlatul Ulama Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf),
4) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Deklarasi Puan Maharani sebagai capres kian masif di Tanah Air. Terbaru, dukungan berasal dari masyarakat Banten.
Masyarakat dari kelompok buruh, tani, tokoh masyarakat dan pemuda yang menyebut dirinya Relawan Pejuang Puan Maharani Banten dideklarasikan di Pandeglang, Minggu 30 Juli 2022.
Jauh sebelumnya, kader PDIP Sulawesi Utara kompak mengusung cucu Proklamator RI Soekarno itu maju pada pesta demokrasi tahun 2024.
Koordinator Relawan Pejuang Puan Maharani Banten Dzakir Irham mengatakan, relawan tersebut terbentuk sebagai dukungan kepada Puan Maharani untuk maju dalam kontestasi sebagai presiden pada Pemilu 2024.
"Deklarasi rakyat ini menggambarkan situasi politik di Banten, di mana Puan Maharani mendapat tempat di sebagian besar kelompok tani, buruh, masyarakat desa, seluruh peserta deklarasi tidak ada satupun dari kader Parpol, murni masyarakat di tingkat bawah," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin 1 Agustus 2022.
Banten Selatan yang didominasi kelompok masyarakat agraris, kata dia, menyambut antusias munculnya nama Puan Maharani menjadi salah satu capres yang mulai ramai diperbincangkan publik.
"Banten juga terbukti ramah terhadap pemimpin perempuan, banyak pemimpin perempuan lahir di Banten, sehingga masyarakat punya perasaan berbeda ketika ada Puan Maharani sebagai kandidat Capres 2024, gerakan ini semoga diikuti masyarakat provinsi lain," katanya.
Pengamat Politik Universitas Islam Syekh Yusuf Adib Miftahul bukti jika Puan Maharani sosok yang sebenarnya hadir dalam ingatan kolektif masyarakat.
"Munculnya relawan-relawan Puan Maharani di berbagai daerah, salah satunya di Banten adalah getaran politik perlawanan terhadap hasil survey. Karena Puan kalau disurvey sering tidak masuk urutan atas. Makanya getaran politik dengan deklarasi ini saya kira penting, bahwa pesan yg disampaikan adalah pilpres bukan soal survey saja yang penting, terapi akar rumput militansi juga punya andil besar," ujarnya.
Dukungan dari kelompok masyarakat akar rumput ini dinilai Adib wajar, karena PDIP adalah partai wong cilik yang dekat dengan pemilih di akar rumput.
Menurutnya, dengan fenomena kemunculan relawan-relawan yang menyatakan diri mendukung Puan sebagai capres, Puan Maharani berpeluang besar diusung sebagai capres dari PDIP.
"Ditambah Puan Maharani adalah elite dari PDIP yang nota bene partai pemenang pemilu dengan suara 19 juta lebih."
"Militansi PDIP yang cenderung solid dengan suara besar tadi itu turut jadi andil bahwa deklarasi akar rumput dan sokongan partai juga bisa jadi modal besar, bukan hanya survei," pungkasnya.
Sebelumnya, relawan Puan Maharani juga dideklarasikan di wilayah Jawa Timur dan Sumater Utara. Relawan dari dua provinsi itu menyatakan komitmennya terus bergerak untuk menyosialisasikan Puan Maharani ke masyarakat lain di akar rumput sebagai Capres 2024.
Belajar dari Ganjar Pranowo
PDIP belajar dari Ganjar Pranowo untuk mengusung Puan Maharani pada Pilpres 2024. Bermodalkan elektabilitas 3 persen, Ganjar sukses memenangkan Pilkada Jawa Tengah pada 2013.
Peluang Puan mengikuti jejak Ganjar untuk Pilpres 2024 cukup terbuka. Pada beberapa survei capres, putri mahkota PDIP itu berkisar antara 1 hingga 5 persen.
Langkah Puan menuju Pilpres 2024 belum diputuskan. PDIP tak kunjung memberi sinyal soal sosok calon presiden yang akan mereka usung di pilpres mendatang.
Katanya, urusan pencalonan presiden sepenuhnya menjadi wewenang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Tetapi, nama Ketua DPP PDI-P yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kerap disebut sebagai sosok potensial.
PDI-P disinyalir bimbang. Hendak mendorong pencalonan Puan, tetapi elektabilitasnya mentok di kisaran 1 persen menurut survei berbagai lembaga.
Sementara, Ganjar yang notabene bukan petinggi PDI-P justru menjuarai survei sejumlah lembaga dengan elektabilitas tembus 20 persen.
Namun demikian, "darah biru" Puan sebagai putri mahkota partai dinilai memberinya peluang besar untuk melenggang ke panggung pilpres. PDI-P pun seakan sedang berupaya keras mendongkrak elektabilitas cucu Bung Karno itu untuk bekal pencapresan.
Setelah menempatkan Puan di kursi strategis Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI-P periode 2019-2024, kini, putri bungsu Megawati itu dapat tugas khusus dari ibundanya.
Tugas khusus dari Mega Peran terbaru Puan di partainya ialah keliling Indonesia untuk bertemu dengan kader PDI-P di daerah. Tugas ini dimandatkan langsung oleh Megawati.
Puan mengaku, dirinya telah berkeliling ke berbagai penjuru tanah air, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sampai ke Papua. (*)