Lubang Menganga di Tengah Jalan Sudirman Gorontalo, Ancam Pengendara
Saking besarnya, hingga tampak Jalan Sudirman terbagi dua ruas. Kendaraan pun tak ada yang berani menerobos lubang itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/01082022_Lubang-di-Jalan-Sudirman-Gorontalo_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebuah lubang menganga di tengah Jalan Sudirman Kota Gorontalo.
Lubang di Jalan Sudirman posisinya tepat di depan Masjid Sabilurrasyad Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Diperkirakan, lubang di tengah jalan Sudirman itu berdiameter sekitar 60 cm.
Saking besarnya, hingga tampak Jalan Sudirman terbagi dua ruas. Kendaraan pun tak ada yang berani menerobos lubang itu.
Kini, Senin (1/8/2022) keberadaannya mulai mengancam pengendara. Terlebih, jalan itu menganga di tengah jalan tersibuk di Kota Gorontalo.
Sejumlah sumber yang ditemui TribunGorontalo.com mengaku, lubang sebenarnya sudah muncul sejak 2021 lalu.
Awalnya memang ukurannya kecil. Namun seiring waktu, banjir yang kerap menggenangi kawasan itu, serta beban dari kendaraan yang melindasnya, menjadikan lubang kini membesar.
Bentuknya tidak bulat sempurna, melainkan lonjong. Panjangnya kira-kira sekitar 1,5 meter.
“Sudah sangat meresahkan dan membahayakan ini lubang,” ungkap tukang bentor di kawasan jalan tersebut.
Sebetulnya, lubang di tengah jalan ini memang sengaja dibuat. Namun ada manhole cover atau penutup lubang got yang diletakan di atasnya.
Masalahnya, manhole cover tidak kuat menahan beban kendaraan, hingga amblas dan meninggalkan lubang besar.
“Itu kalau tidak salah sudah berapa kali ditambal dengan cor, pernah juga Mufida (toko alat tulis di depan lubang) sempat cor, tapi lubang ulang, terus kami taru (letakan) batu, tapi tetap jebol lagi,” kata Pepin, pria 36 tahun yang ditemui TribunGorontalo.com di lokasi.
Tidak ingin justru menyebabkan kecelakaan, Pepin dan kawan-kawannya yang merupakan tukang ojek, memberi tanda di lubang itu.
Sederhana saja tanda yang dibuat. Yakni dari daun kelapa. Posisi daun kelapa memberi peringatan yang jelas kepada pengendara yang lengah.
“Itu kami sudah taru (letakkan) daun kelapa supaya kantara sama tambah batu karena beberapa motor kadang jatuh di situ terlebih malam hari,” tutup Pepin. (*)