Pohon Tumbang Gorontalo

Marak Pohon Tumbang di Jalan Trans Sulawesi, DLH Kabupaten Gorontalo Minta Kolaborasi Semua Elemen

Maraknya kejadian pohon tumbang di ruas Jalan Trans Sulawesi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo

Kolase TribunGorontalo.com
Kantor DLH Kabupaten Gorontalo (kiri) dan warga membantu polisi membersihkan Pohon tumbang di Jalan Trans Sulawesi, Minggu (17/7/2022) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Maraknya kejadian pohon tumbang di ruas Jalan Trans Sulawesi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo Saiful Kiraman meminta kolaborasi seluruh elemen terkait, untuk bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Kepala DLH mengakui memiliki keterbatasan untuk bisa mengantisipasi pohon yang akan tumbang di Jalan Trans Sulawesi, dikarenakan luas wilayah yang ditangani, banyak pohan, dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) serta peralatan penunjang lainnya.

Untuk itu, DLH memberikan hak penuh kepada masyarakat serta pemerintah kelurahan hingga desa, untuk bisa melakukan antipasi atau penebangan pohon yang bisa berpotensi tumbang, di jalan Trans Sulawesi.

"Kondisi yang ada saat ini memang kalau mengharapkan kepada pemerintah semua, itu sulit. Indahnya kita, kalau saling berkolaborasi," kata Saiful.

"Kami tidak melarang pihak desa dan kelurahhan serta masyarakat, apabila ingin melakukan penembangan pohon yang sudah mebahayakan masyarakkat, asalkan setelah penebangan dapat dilakukan permajaan dengan mengantinya dengan pohon sirsak," imbuhnya.

Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mencegah kasus pohon tumbang, dengan menangani beberapa pohon pelindung yang ada di ruas jalan Trans Sulawesi, seperti di wilayah Kecamatan Tibawa hingga Kecamatan Telaga.

Beberapa gagasan telah di lakukankan sejak 2018, diantaranya pencegahan sejak dini dari jangka Panjang, Jangka Menengah, Jangka Pendek.

Program pohon pelindung yang sering di edukasi adalah penggantian pohon pelindung yang ada saat ini dengan pohon buah sirksa.

Dimana pohon sirsak diyakini memiliki banyak manfaat baik sebagai pelindung , obat tradisional, serta manfaat buah yang bisa di konsumsi.

"Berkenan dengan ikhtiar jangka panjang kami sejak 2018 lalu melakukan regenerasi pohon2 yang ada di pinggiran jalan dengan penanaman sirsak," kata dia.

"Jangka mencegah, kita melakukan antisipasi dini, langkah-langkah yang dilakuka,n baik yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup terhadap upaya memprediksi pohon yang nantinya berbahaya, melalui upaya perapian pohon," jelasnya.

Pihaknya pun akan melakukan perapihan dan penebangan, apabila terdapat informasinya yang bersumber dari masyarakat. (*)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved