Bukannya Menyalurkan, Jutaan Rupiah BLT Desa Dudepo Dipinjam Bendahara

Sesuai penelusuran TribunGorontalo.com, dana BLT Desa Dudepo yang terpakai itu sekitar Rp 38,7 juta.

Penulis: Redaksi |
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- Dana Desa TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kwandang – Sungguh sial nasib 43 kelompok penerima manfaat (KPM) di Desa Dudepo, Gorontalo Utara. Sebab, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya mereka nikmati, malah dipinjam bendahara.

Sesuai penelusuran TribunGorontalo.com, dana BLT Desa Dudepo yang terpakai itu sekitar Rp 38,7 juta.

BLT Desa Dudepo itu jika dibagi rata ke 43 KPM, rata-rata mendapatkan Rp 900 ribu.

Namun, dana BLT Desa Dudepo itu malah disebut hilang, dan belakangan diketahui Rp 9 juta dipakai oleh Bendahara, Hendra Koniyo.

Informasi penggunaan BLT oleh aparat desa itu turut dikonfirmasi oleh Kepala Desa Dudepo, Rustam Biiya.

“Dia (bendahara Hendra Koniyo) mengaku sejumlah Rp 9 juta dipakai untuk keperluan pribadi, dan selebihnya hilang," ungkap Rustam Biiya. 

Hilang, tapi dana BLT Desa Dudepo sebesar 29,7 juta itu tidak jelas apakah hilang dicuri atau terpakai. 

Hanya saja, warga yang seharusnya menerima BLT Desa Dudepo, menuntut untuk tetap diberikan haknya. 

“Kami tidak peduli dana BLT itu hilang atau sudah terpakai. Karena aparat nya tidak jujur sama masyarakatnya. Yang jelas intinya kami minta Pemerintah Desa segera salurkan (dana BLT itu)," ungkap Thamrin, warga Desa Dudepo, Gorontalo Utara, Jumat (15/7/2022) lalu.

Sebelumnya, hilangnya dana BLT itu pertama kali diungkapkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dudepo, Idrus Duo, saat ditemui TribunGorontalo.com, pada 15 Juli 2022 lalu. 

"Kami mendapat informasi bahwasanya dana BLT sudah hilang, lalu kami cek di kepala Dusun, ternyata benar. Sejumlah 38 Juta rupiah. Namun kami tidak tahu pasti bagaimana kronologi hilangnya, apa benar hilang atau karena sudah terpakai," ungkap dia. 

Kepala BPD Dudepo, juga sesalkan dana BLT hanya mengendap di tangan bendahara.

Kendati dana BLT yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, harusnya segera disalurkan.

"Bagaimana tidak hilang, dana BLT itu lama ada di tangan bendahara. Padahal namanya juga Bantuan Langsung Tunai, jadi segera disalurkan. Tapi lama sekali tidak disalurkan, sampai akhirnya hilang," tandas Idrus, kecewa. 

Sementara itu, Hendra Koniyo, Bendahara Desa Dudepo, saat ditemui mengakui dana BLT hilang di tangannya.

"Dana BLT itu hilang sekitar Rp. 38.700.000 Kurang lebih untuk 43 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Saya selaku bendahara, saya simpan uangnya di Rumah," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved