Harga Bahan Pokok Belum Stabil, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Beri Alasan

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Venny Rosdiana Anwar menanggapi harga Bahan Pokok yang belum stabil di pasaran, usai Hari Raya Idul Adha.

Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com/Ist
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar beri alasan harga bahan pokok belum stabil 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Venny Rosdiana Anwar menanggapi harga Bahan Pokok yang belum stabil di pasaran, usai Hari Raya Idul Adha.

Venny  menuturkan, memang tiap tahun momentum keagamaan seperti lebaran Idul Adha, pasti harga bahan pokok mengalami lonjakan harga per kilogramnya.

Dia berharap, harga bahan pokok di pasaran segera kembali stabil. Walaupun menurutnya, para pedagang tidak serta merta langsung menurunkan harga barangnya.

Memang banyak faktor yang mengakibatkan harga bahan pokok naik jelang lebaran, lanjut dia, salah satunya cuaca ekstrem. Apalagi pedagang bawang merah Gorontalo belum memproduksi sendiri dan masih mendatangkan dari luar daerah.

Untuk menurunkan harga setelah lebaran mereka (para pedagang) juga melihat kondisi yang ada. Sehingga Ia meminta masyarakat agar bersabar, karena harga pasti akan kembali stabil.

"Saya berharap minggu ini sudah ada penurunan harga dari semua bahan pokok yang di jajakan, kata dia.

Venny mengatakan, minggu ini Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berencana akan segera meninjau langsung pasar, untuk mengontrol dan mengawasi para penjual yang menaikan harga dagangannya. Pihaknya akan melihat kendala apa saja yang dihadapi para pedagang, sehingga harga masih belum stabil.

Ia mengungkapkan bahwa Komisi II akan bekerja sama dengan Bulog, agar stok daging kerbau yang masih tersimpan bisa terjual. Dimana sebelumnya, daging tersebut menjadi alternatif kenaikan harga sapi.

"Dan tentu dengan membantu Bulog menjajakan daging kerbau yang tidak sempat terjual  sebelumnya, hal ini tentu bisa memantik untuk stabilnya harga sapi yang hari ini masih berada di harga 130 Ribu per kilogramnya," paparnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved