Puan Maharani
Belajar dari Ganjar, PDIP Berpeluang Usung Puan Maharani Maju Pilpres 2024
PDI Perjuangan belajar dari Ganjar Pranowo untuk mengusung Puan Maharani pada Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/050722-Puan-Ganjar-11.jpg)
"Mungkin setelah memberikan kesempatan kepada Mbak Puan untuk keliling, berkenalan dengan masyarakat, dengan kader, dan di situ nanti akan dilihat apakah kemudian ada peningkatan elektabilitas atau tidak," kata Yunarto kepada Kompas.com, Senin (4/7/2022).
Seandainya upaya itu tak membuahkan hasil berupa meningkatnya elektabilitas Puan, menurut Yunarto, PDI-P bisa saja memutuskan untuk mengusung nama lain sebagai capres.
Boleh jadi, Megawati akan menunjuk Ganjar yang jelas-jelas punya elektabilitas tinggi. Sebab, sebagai partai penguasa selama hampir sepuluh tahun, PDI-P pun enggan merugi karena capres yang diusungnya gagal menang.
"Kan sudah jelas ditargetkan PDI Perjuangan harus mendapatkan hattrick, 3 kali kemenangan, dan itu tidak mungkin didapatkan ketika capresnya tidak punya elektabilitas yang cukup," ujar Yunarto.
Kendati demikian, Yunarto menilai, PDI-P tidak akan buru-buru mengumumkan capresnya.
Berkaca pada Pilpres 2014, Megawati cenderung mengambil keputusan di masa injury time atau detik-detik terakhir pendaftaran calon.
Oleh karenanya, sebelum mendekati hari pendaftaran capres cawapres, PDI-P bakal menempuh berbagai upaya, bahkan sebisa mungkin meningkatkan elektabilitas Puan, sambil mengalkulasi peluang kemenangan.
"Partai ini belum berani berbicara mengenai koalisi dan bahkan masih mendorong kadernya untuk bergerak, lalu melarang kadernya untuk bicara mengenai capres, termasuk masih memberikan waktu untuk Mbak Puan bekerja," kata Yunarto.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto, menyebut elektabilitas Ganjar yang lebih tinggi daripada Puan hanya sementara.
"Elektabilitas seseorang itu adalah potret keadaan pada waktu itu yang bisa bergerak berubah. Seseorang punya elektabilitas itu tentu karena adanya effort. Effort-nya apa? Hari ini ya asal kau kenal, maka kau pilih aku. Kau kenal aku, kau suka sama aku, pasti kau pilih aku," kata Bambang di kompleks DPR/MPR, Jakarta, Selasa (25/5/2021).
Pria yang biasa disapa Bambang Pacul ini menyebut elektabilitas yang dimiliki Ganjar bukan diperoleh dari persaingan ketat. Menurutnya, elektabilitas Ganjar naik karena efek pemberitaan yang masif.
Dia kemudian membandingkan Ganjar dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurutnya, ketiganya sama-sama sering disorot dalam pemberitaan berbagai media.
"Makin luas jangkauan makin oke, itulah ketika jangkauan sudah tinggi maka dia dikenal oleh orang banyak, itulah popularity. Kalau kau suka keluarlah itu yang namanya electability. Oke, itu hanyalah hasil wacana udara," ucapnya.
Bambang lantas menyinggung elektabilitas Ganjar ketika hendak mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Tengah pada Maret 2013. Menurutnya, elektabilitas Ganjar hanya 3 persen saat itu.
Bambang pun mengungkit jasa Puan Maharani yang mendongkrak Ganjar hingga menjadi gubernur saat ini. Menurutnya, Puan adalah sosok yang bekerja keras memenangkan Ganjar.