Siap Sinergi dengan Pemprov, HIPMI Provinsi Gorontalo Temui Hamka Hendra Noer
Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Provinsi Gorontalo disebut siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
TRIBUNGORONTALO.COM - Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Provinsi Gorontalo disebut siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, terutama dalam mendorong pengembangan usaha yang melibatkan elemen pemuda.
Hal itu terungkap dari pertemuan antara pengurus HIPMI Provinsi Gorontalo dengan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Nur.
Pada pertemuan itu, Ketua HIPMI Gorontalo Chiko Uno mengapresiasi kebijakan Penjagub, yang melarang Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) untuk melakukan kegiatan di luar daerah.
Hal itu menurutnya sudah sangat tepat, karena uang di Gorontalo harus berputar di Gorontalo, sehingga berdampak terhadap geliat perekonomian daerah.
Bahkan ke depan, kata dia, jika perlu uang dari luar daerah harus masuk ke Gorontalo. Menurutnya, para pelaku usaha UMKM-IKM di Gorontalo, serta pelaku usaha di sektor pariwisata, seperti perhotelan dan kuliner dapat merasakan dampak positif dari kebijakan ini.
Selain itu, pada pertemuan kali ini, HIPMI Provinsi Gorontalo mengundang Penjagub untuk berkenan hadir sekaligus membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIPMI Gorontalo yang akan dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Letjend TNI Mar (Purn) Dr Nono Sampono, pada 12 Juli 2022 mendatang.
Pada pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini, Penjagub Gorontalo juga menyampaikan beberapa point penting. Diantaranya, meminta organisasi HIPMI untuk menciptakan lapangan kerja baru, jumlah dan minat pengusaha muda harus terus didorong, sehingga dapat menopang perekonomian daerah.
Hamka mengharapkan, agar HIPMI dapat menjadi corong pengembangan Investasi dengan mempromosikan, serta mengajak relasi untuk berinvestasi di Gorontalo. Khususnya investasi di sektor pengolahan hasil-hasil pertanian atau agro industri, perikanan dan peternakan.
Penjagub meminta pengusaha di HIPMI, agar ke depan tidak selalu memiliki ketergantungan dengan usaha yang bersumber dari pemerintah, melainkan dapat menggarap bisnis perdagangan, khususnya perdagangan antar pulau.
Apalagi ke depan potensi IKN di Kalimantan Timur akan membutuhkan suplai bahan baku makanan, perikanan dan juga peternakan.
Sementara itu, turut hadir pada pertemuan ini Sekda Provinsi Darda Daraba, beberapa pimpinan SKPD dan Badan yang terkait dengan sektor usaha dan perekonomian di lingkungan Pemprov Gorontalo. (*)