Beli BBM Pakai Aplikasi My Pertamina, Sudah Berlaku di Gorontalo?

Terhitung sejak hari ini, PT Pertamina melalui anak usaha, PT Pertamina Patra Niaga bakal uji coba menerapkan aplikasi My Pertamina

Editor: Fajri A. Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com
tampilan Aplikasi MyPertamina (kiri) dan SPBU di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Terhitung sejak hari ini, PT Pertamina melalui anak usaha, PT Pertamina Patra Niaga bakal uji coba menerapkan aplikasi My Pertamina untuk setiap pengisian BBM Pertalite dan Solar.

Bagi konsumen Pertalite dan Solar diwajibkan mengisi data kendaraan mereka di website My Pertamina yang disediakan pihak PT Pertamina Patra Niaga.

Namun mengutip laman https://subsiditepat.mypertamina.id/, Provinsi Gorontalo belum termasuk wilayah yang diwajibkan menerapkan aplikasi My Pertamina pada hari ini, Jumat (1/7/2022).

Melalui laman resminya, PT Pertamina bakal uji coba tahap I penyaluran subsidi BBM pertalite dan solar baru akan diterapkan pada 11 wilayah di Indonesia, yakni Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Manado, Kota Yogyakarta, dan Kota Sukabumi.

Lalu kapan penerapan My Pertamina di Gorontalo?

Pertamina mulai uji coba MyPertamina di 11 kota dan kabupaten. Sedangkan daerah lain termasuk Gorontalo ditargetkan pada Agustus 2022.

Pertamina terus sosialisasi penggunaan MyPertamina di berbagai daerah termasuk Gorontalo supaya masyarakat tidak kesulitan membeli Pertalite dan Solar. Program ini juga untuk menghindari penimbunan Pertalite dan Solar di masyarakat.

Namun, aturan penggunaan My Pertamina untuk membeli Pertalite dan Solar bersubsidi ini akan diterapkan dalam beberapa tahap.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan, untuk kendaraan roda empat yang akan dibatasi untuk pembelian Pertalite, kajian dilakukan pada kendaraan di atas 2.000 CC.

"Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 CC)," kata Saleh dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (29/6/2022).

Sedangkan untuk kendaraan roda dua, kajian dilakukan untuk sepeda motor di atas 250 CC.
Terkait dengan program distribusi Pertalite, PT Pertamina juga telah melakukan ujicoba dengan mendorong masyarakat mendaftarkan diri melalui aplikasi MyPertamina.

Menurut Saleh, uji coba penting dilakukan untuk menjamin implementasi pembatasan pembelian Pertalite saat aturan resmi berlaku.

Aturan pembelian Pertalite ini ditargetkan Pertamina dapat mulai diterapkan pada Agustus 2022.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, dalam penyaluran BBM Subsidi Pertalite dan Solar tersebut, memiliki aturan dari sisi kuota dan segmentasi pengguna.

Menurutnya, saat ini masih banyak konsumen tak berhak membeli Pertalite dan Solar. Apabila tidak diatur, kuota berpotensi tidak akan mencukupi kebutuhan konsumen selama setahun.

Untuk itu, para konsumen diwajibkan mendaftarkan diri mereka di aplikasi My Pertamina. Sistem aplikasi My Pertamina ini bakal membantu mencocokkan data pengguna.

Bagi pengguna yang sudah melakukan registrasi, baik kendaraan maupun identitas, akan mendapatkan notifikasi melalui e-mail.

Pengguna yang telah terdaftar di aplikasi My Pertamina akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data telah cocok dan bisa membeli Pertalite dan solar. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved