Capres 2024
Ganjar dan Anies Belum Teruji di Pilpres, Ini Saran Pengamat Sosial-Politik
Pengamat sosial-politik Gorontalo sarankan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bangun jaringan hingga kecamatan.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230622-Anies-dan-Ganjar-23.jpg)
Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo belum teruji untuk event sekelas pemilihan presiden (pilpres). Keduanya disarankan membuat tim pemenangan hingga kecamatan.
Saran membuat tim pemenang hingga kecamatan disampaikan pengamat sosial-politik Gorontalo Funco Tanipu. Funco beralasan Anies-Ganjar beda dengan Prabowo Subianto yang sudah tiga kali ikut pilpres.
"Ganjar dan Anies belum terukur (teruji). Keduanya belum memiliki pengalaman untuk mengikuti pemilihan pada skala nasional. Mereka baru teruji di level provinsi masing-masing," ungkap Funco kepada TribunGorontalo.com, Rabu (22/6/2022) malam.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan 26 Mei hingga 4 Juni 2022, dirilis tiga nama calon presiden (capres) teratas.
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dengan 25,3 persen, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 22 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 12,6 persen.
Funco mengungkapkan, Ganjar dan Anies merupakan figur yang belum teruji pada ajang perhelatan pesta demokrasi berskala nasional, seperti pilpres.
Berbeda dengan Prabowo yang sudah tiga kali mengikuti kontestasi Pilpres, mulai tahun 2009, 2014 hingga 2014, walaupun belum pernah berhasil.
Jika pada saat ini Ganjar dan Anies bisa masuk pada tiga besar capres tertinggi dalam survei Litbang Kompas, itu karena hasil kinerja keduanya sebagai kepala daerah di daerah masing-masing yang dianggap sukses oleh sebagian rakyat Indonesia.
"Pak Anies dan pak Ganjar bisa tinggi survei karena dilihat dalam kinerja mereka sebagai Gubernur. Pak Anies di Jakarta, dianggap oleh orang Jakarta dan juga provinsi lainnya telah sukses. Begitu pun pak Ganjar juga sebagai Gubernur Jawa Tengah, bagi warga Jateng dan Jatim serta daerah di Jawa lainnya beliau cocok jadi Presiden," ungkapnya.
Perlu diketahui, dalam pelaksanaan survey berskala nasional, responden terbanyak berada di pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Sehingga, tidak heran jika Ganjar bisa meraih posisi tertinggi kedua dalam survei. Begitu pun Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta yang merupakan ibukota dengan jumlah penduduk yang banyak.
"Publik masih melihat pak Anies ataupun pak Ganjar sebagai kepala daerah, bukan kepala negara. Sebab, akan sangat berbeda antara menjadi kepala daerah dan menjadi kepala negara," kata Funco.
Olehnya, Funco menyebut perlu ada kerja ekstra yang dilakukan oleh Ganjar dan Anies agar bisa menjaga dan meningkatkan elektabilitas.
Seperti terus melakukan komunikasi yang intens dengan partai politik, menyiapkan dan mulai mempromosikan ide dan gagasan untuk membangun Indonesia secara keseluruhan serta mulai membangun jejaring pemenangan hingga ke tingkat kecamatan.
"Setidaknya itu bisa menambah elektabilitas sebagai Capres, bukan hanya kinerja sebagai kepala daerah semata" pungkas Funco. (*)