Pengemis kaya Gorontalo
Ini Alasan Lutfi Belum Diizinkan Keluar Meski Sudah 15 Hari di Rumah Singgah
Otoritas rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Gorontalo belum mengizinkan Lutfi Haryono keluar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/080622-Upin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Ipilo, Kota Gorontalo meminta pihak dinas sosial segera mengeluarkan Lutfi, pengemis Kaya Gorontalo dari rumah singgah.
Sebab, Lutfi pengemis kaya Gorontalo sudah berada di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Gorontalo selama 15 hari.
Padahal, mestinya ia hanya dititipkan di rumah itu selama 14 hari saja atau selama dua pekan. Artinya, kini sudah lewat satu hari.
Lutfi diketahui dititipkan di rumah singgah pada 6 Juni 2022 dan harusnya keluar pada 20 Juni 2022 kemarin.
Karena itu, pihak Kelurahan Ipilo bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas datang mengunjungi rumah singgah tersebut.
Lurah Ipilo yang baru, Haryanto Akudje menyampaikan kepada TribunGorontalo.com, bahwa pihaknya datang ke rumah singgah untuk menjemput Lutfi.
Namun, penjemputan itu gagal, sebab otoritas terkait masih akan melakukan kelengkapan berkas.
"Jadi tadi kami sudah ke sana, ya karena sudah 16 hari di sana kita rencananya mau menjemput Lutfi ini, namun ternyata pihak rumah singgah masih akan melengkapi berkas terkait pemulangannya Lutfi dari rumah singgah itu," kata Haryanto
Pihanya pun telah berkoordinasi dengan pihak rumah singgah untuk bisa mempercepat proses pemulangan Lutfi sendiri.
"Kami sudah meminta langsung kepada pihak rumah singgah untuk pemulangan itu minimal minggu ini, dan pihak rumah singgah pun akan mengusahakan semaksimal mungkin," ujar Lurah Ipilo.
Sementara itu, Hermin Sugimanto Pendamping Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinas Sosial Gorontalo mengatakan, bahwa pihak rumah singgah masih akan melakukan proses assessment terakhir.
"Iya memang sudah waktunya Lutfi pulang cuma kita akan melakukan pemeriksaan terakhir, serta dari Dinas Sosial akan mengadakan pertemuan dengan Keluarga Lutfi serta Pihak Kelurahan terkait," ujar Hermin.
Rencananya pertemuan tersebut akan diadakan minggu ini. Saat ini pihaknya masih membahas perkembangan Lutfy Haryono selama di rumah singgah dan pengarahan agar Lutfi tidak akan mengemis.
Sebelumnya Lutfi diketahui adalah seorang pengemis. Bedanya, aktivitas mengemis yang dilakukan Lutfi Haryono, rupanya menjadi sebuah pekerjaan kasar yang menjanjikan.
Tidak tanggung-tanggung, uang yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun itu, mencapai ratusan juta.
Lebih tepatnya jika dilihat dari nominal yang tertulis di buku tabungannya, mencapai Rp 364 juta.
Dana ratusan juta itu ia simpan dalam rekening bank pembangunan daerah (BPD) SulutGo.
Meski tidak secara jelas kapan Lutfi mulai mengemis, namun informasi yang diterima TribunGorontalo.com sudah sekitar 15 tahun.
Dana terakhir yang tercatat pada bank sulutGo itu sebetulnya bukan nominal sebenarnya yang Luthfi miliki.
Ia masih memiliki rekening lain yang jika ditotalkan seluruhnya, mencapai Rp 490 juta. Nyaris setengah miliar.
Artinya, jika dirata-ratakan secara kasar, Lutfi mampu mengumpulkan uang sekitar Rp 100 ribu per hari.
“Bukan main ini pengemis kaya raya,” celetuk seorang warganet kala buku tabungan Lutfi bocor ke media sosial.
Sebelumnya memang, terbongkarnya kasus “Lutfi si Pengemis Kaya Gorontalo” ini, memang dari internet.
Potret buku tabungan dengan KTP Lutfi tersebar, dengan nominal uang yang fantastis.
Lutfi dalam KTP yang tersebar itu, tertulis sebagai warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo.
Dalam KTP elektroniknya tersebut, ia mengaku sebagai seorang pedagang. Tidak jelas apa yang diperdagangkan.
Karena rame di media sosial, Lutfi pun dipanggil ke Kantor Lurah Ipilo pada Kamis (2/6/2022).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta Bhabinsa itu, Lutfi mengaku.
“Iya itu rekening saya. (uang) yang lain itu saya punya saudara dan so tarik-tarik lain,” ungkap Lutfi dengan mimik ketakutan dan tampak berkaca-kaca.
Lutfi mengaku, uang itu bukan seluruhnya hasil mengemis.
Ia pernah bekerja di sebuah toko dan rumah makan.
Namun, pekerjaan itu ia lakoni sudah sejak puluhan tahun lalu.
Lutfi dalam KTPnya tercatat kelahiran Gorontalo pada 22 Juni 1975. Berarti kini usianya 47 tahun saat ini.
Saat diwawancarai, ia pun mengaku tidak akan mengemis lagi. Ia memilih untuk berdagang.
“So tidak lagi. Somo (akan) bajual saya. Somo bawarung. So tidak moba jalan bagitu lagi saya,” tutup Lutfi saat berada di Kantor Lurah Ipilo.
Bripka Romi Bhabinkamtibmas Kelurahan Ipilo menjelaskan, kegiatan Lutfi meski hanya mengemis, namun dapat berpotensi pidana.
Sebab, tidak jarang ia mengatasnamakan sebuah yayasan atau sumbangan masjid.
Karena itu, dalam klasifikasinya, Lutfi diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, baru berselang sehari diamankan pihak kelurahan, Lutfi rupanya ketahuan mengemis lagi.
Hal itu yang menyebabkan pihak kelurahan menitipkannya ke rumah singgah. (*)