Kamis, 5 Maret 2026

Reshuffle Kabinet

Sosok Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju yang Baru Dilantik Jokowi

Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri di Istana Negara, Rabu (15/6/2022) siang.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sosok Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju yang Baru Dilantik Jokowi
Kolose menteri dan wamen/tribunnews
Zulkifli Hasan (kiri atas), Hadi Tjahjanto (kiri bawah), Afriansyah Noor (kanan atas), John Wempi Watipo (kanan tengah), dan Raja Juli Antoni (kanan bawah). Dua menteri dan tiga wakil menteri baru yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri di Istana Negara, Rabu (15/6/2022) siang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Watipo dan Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni.

Ada dua nama menteri baru di Kabinet Jokowi, Kabinet Indonesia Maju. Yakni Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan.

Dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Selain itu, ada tiga nama wakil menteri baru yang juga dilantik di hari yang sama.

Raja Juli Antoni

Lalu siapa sosok Raja Juli Antoni, anggota Partai Solidaritas Indonesia yang kini sudah menjadi bagian Kabinet Indonesia Maju?

Raja Juli Antoni lahir pada 13 Juli 1977 di Pekanbaru, Riau.

Pria berusia 44 tahun tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan DPP PSI.

Sebelum bergabung dengan PSI, dia merupakan politikus PDIP (2009-2014).

Dikutip dari situs www.rajajuliantoni.com, Toni merupakan lulusan IAIN (sekarang UIN) Jakarta pada tahun 2001 dengan menulis penelitian berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Tahun 2004 Toni mendapat beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris.

Pada tahun 2010 dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS), meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, the University of Queensland, Australia.

Dengan menyelesaikan studinya, Toni kini memiliki gelar PhD.

Masih dalam laman yang sama, Toni menjadi Direktur Eksekutif MAARIF Institute (2005-2009).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved