Wisata Saronde Gorontalo

Rifli Menyebut Pariwisata Gorontalo Sulit Berkembang Jika Dikelola Pemerintah

Karena misi pariwisata Gorontalo ke depan kata Rifli, adalah dilirik oleh wisatawan mancanegara.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Pemandangan laut di Pulau Saronde 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengelolaan pariwisata di Gorontalo menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili, harus ada campur tangan pihak swasta. 

Sebab, jika hanya dibiarkan dikelola pemerintah, sulit berkembang. 

Karena itu kata Rifli kepada TribunGorontalo.com, Gorontalo harus membuka diri terhadap investasi. 

"Kita harus membuka diri dengan investasi seperti itu, bisa berinvestasi dengan pihak luar negeri," ungkap Rifli ditemui di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Sabtu (11/6/2022)

Karena misi pariwisata Gorontalo ke depan kata Rifli, adalah dilirik oleh wisatawan mancanegara.

Karena itu, ketika ada investor yang datang melirik pariwisata Gorontalo, pemerintah mesti menyuguhkan sejumlah keunggulan yang ada.

Masyarakat Gorontalo sebelumnya heboh. Sebab, Pulau Saronde yang menjadi icon Kabupaten Gorontalo Utara, kini dikelola perusahaan milik WNA Jerman. 

Perusahaan itu lantas mengubah nama pasar Saronde menjadi Blue Bay Divers Saronde. Nama itu sesuai nama perusahaan milik Anke Andre tersebut. 

Anke sendiri adalah wanita 50 tahun berkebangsaan Jerman. Ia diketahui juga mengelola Blue Bay Divers Sunshine di Likupang, Sulawesi Utara. 

Menurut sejumlah sumber, Anke sudah mengelola pariwisata di wilayah itu sekitar 13 tahun. Tidak heran, wanita yang kini mengaku tinggal di Kota Manado itu, sudah lancar berbahasa lokal. 

Pulau Saronde akan dikelola perusahaan milik Anke selama 30 tahun atau kira-kira hingga 2052 nanti. 

Tidak sedikit, miliaran rupiah ia kucurkan demi bisa mengelola pulau berpasir putih tersebut. 

Kini, Saronde yang dulunya bisa dikunjungi kapan saja dengan tiket  yang murah, tinggalah kenangan. 

Sebab, kini untuk bisa memasuki Saronde, harus merogoh kocek minimal Rp 15 juta.

Sesuai kebijakan pengelola, paket menginap satu malam di Saronde harus ditebus dengan Rp 5 juta. Namun, minimal menginap selama tiga malam. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved