Golkar Gorontalo Panasi Mesin

Bahas Capres-Cagub Koalisi Indonesia Bersatu, Begini Arah Golkar Gorontalo

KIB yang tercetus di Jakarta bersama dua partai besar lainnya akan menjadi arah kebijakan dan perjuangan Partai Golkar di Gorontalo.

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/Risman Taharuddin
Fungsionaris Partai Golkar Gorontalo Thomas Mopili 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) beranggotan Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang tercetus di Jakarta didukung DPD I Golkar Provinsi Gorontalo dan seluruh DPD II. Golkar Gorontalo tegak lurus dengan kebijakan DPP Golkar.

Pernyataan itu disampaikan fungsionaris DPD I Golkar Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili usai rapat internal Golkar Gorontalo dipimpin Ketua DPD I Rusli Habibie, Minggu (12/6/2022) malam.

"Soal KIB kita DPD I dan DPD II tegak lurus dengan DPP, itu sudah clear," tandas Anggota DPRD Provinsi Gorontalo ini.

Dijelaskannya, KIB yang tercetus di Jakarta bersama dua partai besar lainnya akan menjadi arah kebijakan dan perjuangan Partai Golkar di Gorontalo, terutama dalam menghadapi pemilihan presiden, pemilihan gubernur dan pemilihan bupati dan wali kota secara serentak 2024.

"Kita juga sudah melakukan rapat internal dengan DPD II dan KIB terkait hal itu' jelasnya.

Golkar Gorontalo konsolisasi. Pengurus DPD I dan DPD II berkumpul membahas persiapan menghadapi Pemilu 2024.

Rapat internal tersebut lebih menekankan pada kesiapan dan strategi Golkar dalam menghadapi pemilihan legislatif, pilkada hingga Pilgub 2024.

Rapat internal itu juga dihadiri beberapa kader melalui zoom meeting di antaranya Tonny Uloli, Idah Syahidah, Marten Taha, Roem Kono. Secara keseluruhan sepakat untuk berkontribusi mengencangkan basis Golkar di akar rumput.

Menjadi penekanan dalam rapat tadi, Golkar sudah mempersiapkan lebih awal terkait kesiapan pileg, pilkada hingga pilgub.

"Di saat partai lain masih tenang-tenang, istrahat panjang dan masih tidur bahkan, tetapi Golkar sudah memulainya survei," jelas Thomas.

Survei tersebut dimaksudkan untuk menjaring calon legislatif potensial yang akan didorong untuk maju pada pemilihan legislatif di kabupaten maupun provinsi.

"Sekarang kita pada posisi 200 persen, kalau kursi 45 di DPRD Provinsi Gorontalo maka kita ada di angka 90 personel, jika telah ada survei maka kita buang separuh untuk jadi 100 persen," tuturnya.

Dia juga mengungkapkan peluncuran survei anggota partai menggelontorkan anggaran yang cukup besar. Ada Rp 1,3 miliar.

Hasil survei ini tentu lebih kepada melihat kemampuan serta elektabilitas setiap pengurus yang akan dicalonkan di DPRD nantinya termasuk untuk calon gubernur dan bupati/walik ota.

Dia berharap dengan adanya survei ini hasilnya akan baik karena dalam perhelatan politik, Ketua DPD I partai Golkar lebih mempercayai dua hal diantaranya Allah SWT dan Hasil Survei.

"Jika tidak ada hasil survei beliau tidak percaya itu dengan ungkapan dirinya menang," jelas Thomas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved