KIB Gorontalo

Kader Golkar Gorontalo Bahas Koalisi Indonesia Bersatu

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang telah dideklarasikan baru-baru ini di Jakarta, belum membahas secara serius soal pemilihan gubernur.

Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
Lahmudin Hambali/Facebook
Rapat internal Partai Golkar Gorontalo yang dipimpin oleh Ketua DPD I Rusli Habibie. 

Laporan Ronal Rampi, wartawan TribunGorontalo.com

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang telah dideklarasikan baru-baru ini di Jakarta, belum membahas secara serius soal pemilihan gubernur-wakil gubernur (pilgub). 

KIB beranggotakan Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional.

Hal ini diungkapkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Boalemo periode 2014-2019 Oktohari Dalanggo mengungkapkan bahwa tersebut saat diwawancarai TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon seluler pada Minggu (12/6/2022) sore.

Politikus Partai Golkar menyatakan, terkait dengan KIB ini seluruh kader Golkar masih menunggu petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang akan diturunkan oleh DPP Golkar. 

"Mengenai pengaturan tindaklanjut KIB, kami masih menunggu Juklak dari pusat (DPP), seperti apa kerjasamanya, apa yang mau kita lakukan, dan lain sebagainya. Semua masih menunggu Juklak," tukas Oktohari. 

Ditambahkan Oktohari, rencananya ada pertemuan internal Partai Golkar yang bakal diselenggarakan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo guna membahas tindak lanjut kerja sama politik ataupun koalisi dengan partai politik anggota KIB.

"Kemungkinan malam ini (Minggu) ada rapat Golkar. Mungkin saja akan ada arahan dari pimpinan Golkar Gorontalo dalam hal ini bapak Ketua DPD I tentang bagaimana langkah ke depan bersama KIB ini. Apakah koalisi ini sudah diperluas sampai membicarakan pilgub, atau baru sebatas koalisi untuk Pilpres. Kami belum tahu, masih menunggu hasil pertemuan malam ini," tandasnya. 

Seperti diketahui, para ketua umum partai politik, yakni Golkar-PPP-PAN telah resmi mendeklarasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) baru-baru ini.

Mereka sepakat untuk membangun poros baru dalam percaturan politik tanah air, dengan tujuan untuk mewujudkan politik ide dan gagasan untuk Indonesia.

Mereka juga berkomitmen mengikis habis munculnya politik identitas di kontestasi politik tanah air. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved