Wisata Saronde Gorontalo
Nasib Festival Saronde Usai Pulaunya Dikuasai Bule Jerman
Sebab, walaupun digelar di pulau lain, tentu akan berbeda namanya. Lagian, selama ini yang ...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/11062022_potret-villa-sarode_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Festival Saronde yang jadi event tahunan Pemerintah Gorontalo Utara, kini kehilangan tempat setelah Pulau Saronde dikuasai bule asal Jerman.
Sebab, walaupun digelar di pulau lain, tentu akan berbeda namanya. Lagian, selama ini yang menarik animo masyarakat ke festival itu karena ada dukungan dari landscape Pulau Saronde.
“Benar mungkin tahun depan Festival Saronde itu sudah buka kami lagi (Pemerintah Gorut) yang melaksanakan,” ungkap Yasin Ali, staf Pariwisata Kabupaten Gorontalo Utara kepada TribunGorontalo.com.
Menurut dia, pihaknya kemungkinan tidak bisa lagi menempatkan Festival Saronde di Pulau Saronde, karena memang saat ini sudah dikelola pihak ketiga.
Terlebih, pulau itu kini menjadi destinasi wisata privat premium. Artinya, pasarnya memang khusus wisatawan international.
Namun, tidak menutup kemungkinan nanti Festival Saronde akan dikelola oleh investor tersebut.
Rancangan dan konsepnya tentu akan juga dilakukan sendiri oleh investor itu.
“Mereka yang akan menentukan konsep nya seperti apa kita tunggu saja,” tambah Yasin.
Alternatif lain kata Yasin, bisa saja festival tahunan itu digelar di tempat lain.
“Kalau event tahunan itu tetap akan kami akan adakan, hanya saja mungkin sudah buka di Saronde lagi, bisa jadi di Pulau Diyonumo, Pantai Minanga atau pulau-pulau lainya,” tutup Staf Pariwisata Gorut tersebut.
Sebelumnya, seorang warga negara asing (WNA) bernama Anke Andree, kini mengaku menjadi penyewa Pulau Saronde, Gorontalo Utara.
Ia mengelola Pulau Saronde setelah pengelola sebelumnya, PT Gorontalo Alam Bahari (GAB) diputus kontraknya oleh pemerintah setempat.
Anke pun mengaku, akan mengelola Saronde dengan profesional.
Seperti bisnis-bisnisnya yang lain, Anke kini mengelola Pulau Saronde dengan nama jual Blue Bay Divers Saronde Island.
Selain Saronde, Anke juga katanya menyewa satu pulau lainnya di Gorontalo Utara.
Meski tidak menyebutkan nama pulau, namun ditemui TribunGorontalo.com, Anke menunjuk Pulau Bogisa.
Anke mengaku menggelontorkan dana miliaran untuk bisa mengelola pulau yang berada di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara.
Durasi kontraknya mencapai 3o tahun atau hingga 2052.
Karena itu, terhitung sejak hari ini, 10 Juni 2022, Blue Bay Divers Saronde Island akan mulai menerima tamu.
Ia menyebut, kini tempat itu adalah destinasi wisata privat premium
Benar saja, harganya bisa jadi tidak ramah kantor wisatawan lokal.
Sebab, biaya bermalam di tempat ini mencapai Rp 5 juta. Itu untuk dua orang atau satu pasangan.
Namun, wisatawan harus minimal menginap tiga malam di tempat ini.
Artinya harus menyiapkan dana sekitar Rp 15 juta untuk sekali liburan.
"Wisatawan lokal boleh datang, siapapun boleh datang, tapi harus membayar 5 juta rupiah untuk satu hari,” kata Ferlando, manager Blue Bay Divers Saronde Island kepada TribunGorontalo.com.
Namun, pria itu tidak menjelaskan layanan apa saja yang didapatkan oleh wisatawan selama bermalam.
Hanya saja, memang tempat ini tidak dibuka untuk wisatawan massal.
Warga lokal yang biasanya datang untuk sekadar berfoto-foto, kini tidak diizinkan masuk.
Ia menyebut, masih banyak pulau alternatif yang bisa digunakan untuk sekadar foto-foto.
Saronde akan dikelola dengan profesional. Misalnya saja, wisatawan yang menginap dan membuang sampah sembarangan, akan dikenakan denda.
“Ini semua agar kita disiplin,” tutup Anke Andree, WNA yang juga lancar logat Manado, Sulawesi Utara. (*)