Proyek Jalan Nani Wartabone Masuk Tahap Pengaspalan

Tahap ini juga disebut lapis aspal beton (laston) sebagai bahan pengikat, atau dikenal sebagai Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC).

TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Begini kondisi proyek drainase di Jalan Nani Wartabone, Sabtu (28/5/2022). Air mulai berlumut menandakan air tidak mengalir 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Berbulan-bulan terbengkalai, proyek pengerjaan jalan tersibuk di jantung Kota Gorontalo, kini mulai menunjukan kemajuan. 

Jalan Nani Wartabone eks Jalan DI Panjaitan itu, kini memasuki persiapan pengaspalan tahap dua.

Tahap ini juga disebut lapis aspal beton (laston) sebagai bahan pengikat, atau dikenal sebagai Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC).

Dinas PUPR Kota Gorontalo menyebut, persiapan AC-BC itu untuk mencapai target 40 persen pekerjaan fisik. 

Rencana pengerjaan itu selesai pada 17 Juni 2022 nanti.

Dikutip dari Awalan Karya, lapisan ini merupakan bagian dari lapis permukaan diantara lapis pondasi atas (Base course) dengan lapis aus (Wearing course) yang bergradasi agregat gabungan rapat.

“Umumnya digunakan untuk jalan-jalan dengan beban lalu lintas yang cukup berat,” tulis dalam situs perusahaan pengaspalan di Indonesia tersebut. (*)

Sebelumnya, Marten Taha, Wali Kota Gorontalo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone di Kota Gorontalo pada 31 Desember 2021.

Kontraktor asal Aceh tercatat sebagai pemenang tender proyek ini. 

Dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, PT Mahardika Permata Mandiri itu berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar. 

Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021. 

Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta. 

Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut. 

Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.

Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved