Wanita Gorontalo Tewas di Tangan Suami
Dua Jam Sebelum Tewas, Popin Ali Sempat Ditelepon Anak Tertuanya Namun Tak Menjawab
“Sempat telpon mama malam Senin itu, jam 8 (20.00 Wita) di telepon, mama tidak angkat,” cerita Khaila saat mengobrol dengan tantenya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/09062022_Khaila-anak-Popin-Ali_.jpg)
Laporan Sri Aprilia Mayang, Reporter TribunGorontalo.com dari Kabupaten Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Khaila, anak tertua Popin Ali dari suami pertamanya. mengaku sempat menelpon Popin dua jam sebelum tewas.
Namun, telepon dari anak usia tiga tahun itu, tidak sempat dijawab oleh Popin.
“Sempat telpon mama malam Senin itu, jam 8 (20.00 Wita) di telepon, mama tidak angkat,” cerita Khaila saat mengobrol dengan tantenya.
Tak ada yang menyangka, ternyata itu adalah telepon terakhir yang bisa ia lakukan.
Sebab, Popin diketahui tewas ditikam suaminya hingga mengalami luka parah pada pukul 22.00 Wita.
Khaila pun pasrah. Matanya tampak berkaca-kaca.
Meski kini Khaila telah dirawat oleh ibu tiri atau suami dari ayahnya, namun ia mengaku kerap berhubungan dengan ibunya.
Khaila diketahui kini menempuh pendidikan di sekolah dasar di Gorontalo Utara.
Ia diketahui tinggal di rumah nenek di Desa Dudepo, Gorontalo Utara.
Kepada TribunGorontalo.com Khaila curhat, tentang perlakuan ibunya tersebut.
Ibunya kerap menelpon hanya untuk bertanya apakah dirinya sudah makan.
Bahkan, Popin kerap mengirim makanan ringan ke anak pertamanya tersebut.
Kadang-kadang pada hari-hari libur, Khaila diajak Popin ke rumahnya di Telaga, Kota Gorontalo.
Saking seringnya, sopir dari Gorontalo Utara menuju Kota Gorontalo, sudah hafal rumah Popin.
“Kangen diajak mama jalan-jalan,” tutup Khaila.
Nahas nasib Popin Ali, wanita yang juga kerap disapa Popi Qaeli. Ia tewas di tangan suami pada Senin 6 Juni 2022.
Dari informasi yang dirangkum TribunGorontalo.com, wanita kelahiran 1993 itu, meninggalkan dua anak.
Anak pertama dari pernikahan pertamanya. Dan anak kedua dari suami yang membunuhnya tersebut.
Popin tewas di Perumahan Altira, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Senin malam (6/6/2022).
Pelakunya bernama Fandi, pria 40 tahun yang berprofesi sopir mobil kontainer.
Usai melakukan pembunuhan, Fandi segera menyerahkan diri ke polsek setempat. Kini, Fandi telah ditahan di Polres Gorontalo.
Fandi disebut melakukan penganiayaan itu dipicu oleh emosi. Ia menuding Popin berselingkuh darinya. Meski, tuduhan itu hingga saat ini dibantah oleh pihak keluarga. (*)