Penemuan Jasad di Desa Kramat Boalemo, Syaiful Sempat Antar Uang kepada Adiknya

Penemuan jasad pria yang belakangan diketahui bernama Syaiful Mooduto (50) di bantaran sungai Desa Kramat

Penulis: redaksi | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/Ronald Rampi
Jasad Syaiful Mooduto (50) yang ditemukan di bantaran sungai Kramat, Rabu (8/6/2022) pagi. 

Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com dari Boalemo

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Penemuan jasad pria yang belakangan diketahui bernama Syaiful Mooduto (50) di bantaran sungai Desa Kramat, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Rabu (8/6/2022) pagi sekira pukul 05.30 Wita, mengisahkan duka mendalam bagi keluarga.

Seperti yang diungkapkan Fatma Mooduto (48), warga Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo yang tidak lain adalah adik kandung korban Syaiful.

Saat ditemui TribunGorontalo.com pada Rabu pagi di rumah duka, Fatma mengaku bahwa dia merupakan orang pertama yang menemukan jasad sang kakak.

Saat ditemukan, jasad dalam kondisi tertelungkup. "Waktu itu saya mau buang air besar di sungai. Saat sudah turun ke sungai, saya kaget melihat ada jasad di dalam air. Saya teriak minta tolong dan memanggil suami dan ipar saya," kata Fatma.

080622-Fatma
Fatma Mooduto (48), adik kandung Syaiful Mooduto.

Setelah dievakuasi, mereka baru menyadari bahwa jasad yang ditemukan itu adalah Syaiful Mooduto, sang kakak yang baru saja menemuinya pada Selasa (7/6/2022) malam sekira pukul 20.30.

Fatma menuturkan, sang kakak sempat datang ke rumahnya pada Selasa malam. Kedatangan sang kakak adalah untuk mengantarkan uang arisan.

"Tadi malam (Selasa malam) dia datang ke rumah saya. Dia datang untuk mengantar uang arisan Rp 20 ribu," ungkapnya. Saat itu, Fatma sempat menyarankan bahwa uang tersebut diantarkan saja pada pagi hari.

080622-siap evakuasi
Petugas polisi bersama warga bersiap evakuasi jesad Syaiful di sungai Desa Kramat, Rabu (8/6/2022).

Namun kabarnya, Syaiful tetap kukuh untuk memberikan uang tersebut saat itu. Alasannya, dia tidak memiliki waktu lagi untuk mengantarkan pada besok harinya.

Mendengar alasan itu, Fatma pun menerima uang arisan yang diberikan oleh Syaiful.

"Habis memberikan uang arisan Rp 20 ribu itu, dia (Syaiful) langsung pergi. Dan saya tidak tahu pergi ke mana. Nanti pagi hari, saya temukan jasadnya di sungai samping rumah ini," kata Fatma dengan mata yang berkaca-kaca.

Setelah dievakuasi dari sungai, jasad Syaiful langsung dilakukan visum luar oleh pihak kepolisian dibantu oleh Puskesmas Mananggu.

Atas permintaan keluarga yang diperkuat dengan surat pernyataan, pihak keluarga menolak otopsi.

Selanjutnya, jenazah Syaiful Mooduto dibawa ke rumah duka. Jenazah disemayamkan, dan kemudian dimakamkan di pekuburan keluarga yang ada di Desa Pontolo Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved