Meminimalisir Penggunaan Kertas, Ujian di SMPN 3 Mananggu Kini Pakai Computer Based Test
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 3 Satap Mananggu, Yulin Kadir kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan, penggunaan CBT memang baru diberlakukan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pihak sekolah SMPN 3 Mananggu kini tak lagi menggunakan kertas dalam ujian.
Sekolah yang lokasinya di Dusun Botuliyodu, Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu itu kini menggunakan Computer Based Test (CBT).
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 3 Satap Mananggu, Yulin Kadir kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan, penggunaan CBT memang baru diberlakukan.
"Tujuannya adalah untuk memperkenalkan sistem informasi berbasis IT kepada seluruh peserta didik." bebernya.
Ia berharap, nantinya siswa tidak akan canggung ketika akan menghadapi ujian akhir yang pakai CBT.
Ada beberapa tujuan lain terkait dengan penggunaan aplikasi CBT ini.
Pertama, pihak sekolah mulai menerapkan visi tentang sekolah ramah dan berwawasan lingkungan.
"Dengan aplikasi CBT ini, kami mulai meminimalisir atau bahkan mengurangi penggunaan kertas dan tinta. Kalau kita banyak menggunakan kertas, pasti banyak juga sampah yang berserakan," kata Yulin.
Disamping itu, menekan biaya operasional.
Harga fotocopy maupun harga kertas membuat pihak sekolah memilih aplikasi CBT sebagai solusi terbaik.
Kedua, minat para peserta didik dalam mengikuti ujian berbasis komputer dan android sangatlah tinggi.
"Siswa siswi lebih suka menggunakan android daripada harus menulis. Jadi kami pun menyesuaikan dengan kemajuan teknologi sekarang ini," tambahnya.
Meski begitu, Yulin juga tidak menampikkan adanya berbagai tantangan yang dihadapi dalam memajukan sekolah melalui bidang teknologi saat ini.
Misalnya keterbatasan jaringan internet di sekolahnya.
Seperti diketahui, SMPN 3 Satap Mananggu berlokasi di daerah pelosok, dan sulit terjangkau sinyal internet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/07062022_Ujian-Mananggu_.jpg)