Kaget Masalah Sampah, Wali Kota Gorontalo Ultimatum DLH Bikin Terobosan dalam dua Minggu
Agar Kota Gorontalo tak lagi berkutat dengan persoalan sampah. ..........
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/03062022_Sampah_Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Marten Taha, Wali Kota Gorontalo dua periode mengaku kaget dengan persoalan sampah di Kota Gorontalo.
“Jujur saya kaget mendengar masalah sampah di Kota Gorontalo" tegas Marten, Kamis (2/6/2022)
Ia pun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maksimal menanganinya.
Agar Kota Gorontalo tak lagi berkutat dengan persoalan sampah.
“Perlu saya sampaikan kepada semua, kami selalu mengevaluasi kinerja masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah),” tegas Marten.
Secara tegas, Marten akan mengevaluasi persoalan sampah di Kota Gorontalo.
Ia memberi waktu dua minggu untuk DLH berbenahi strategi penanganan sampahnya.
"Kalau masih tetap seperti itu penanganan sampah, berarti perlu dipertanyakan kinerjanya," kata dia.
Informasi yang dikumpulkan tribungorontalo.com, produksi sampah di Kota Gorontalo capai 140 ton per hari.
Namun, hanya sekitar 80 persen dari jumlah itu yang berhasil terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Artinya, ada sekitar 28 ton lagi yang tertinggal setiap harinya.
Jika diakumulasi dalam seminggu saja, sudah ada 196 ton atau 179.623 kilogram yang menumpuk di ibu kota provinsi tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo Andris Amir mengungkapkan, selama ini pihaknya telah berupaya mengatasi persoalan itu.
Hanya, masih terdapat kekurangan. Itu akan jadi evaluasi pihaknya.
"Kami optimis tahun ini sampah di Kota Gorontalo akan teratasi," kata Andris, kepada TribunGorontalo.com.