Pingsan dalam Mobil di Gorontalo
Penumpang Mobil Minibus Ber-AC di Gorontalo Pingsan, Ini Dua Kemungkinan Penyebabnya
Tidak hanya penumpang, sopir yang mengendarai mobil itu pun, nyaris ikut pingsan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/02062022_Ilustrasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sedikitnya empat warga Gorontalo dikabarkan pingsan saat menumpang mobil minibus pagi tadi, Rabu (2/6/2022).
Tidak hanya penumpang, sopir yang mengendarai mobil itu pun, nyaris ikut pingsan.
Beruntung, sopir mobil Toyota Avanza bernopol DM 1185 DB itu berhasil meminta bantuan.
Meski belum ada keterangan dokter, namun penyebab dari kejadian itu bisa diduga karena dua hal.
Pertama diduga penumpang dan sopir tersebut menghirup klorofluorokarbon atau CFC yang biasa digunakan pada pendingin ruangan (AC).
Klorofluorokarbon sendiri juga disebut sebagai Freon.
Dikutip dari acdaikin.com, jika menghirup freon maka yang terjadi yaitu sulit bernafas dan pembengkakan tenggorokan.
“Selain itu, bisa juga menyebabkan iritasi pada mata, hidung, lidah, kehilangan penglihatan, pedih di mata, dan luka bakar pada kerongkongan,” sebagaimana dikutip dari web resmi produsen pendingin udara multinasional yang berkantor pusat di Osaka tersebut.
Dalam situs tersebut juga ditulis, akibat yang paling buruk yang ditimbulkan dari Freon AC yaitu kematian.
Lalu dugaan kedua, penumpang dan sopir itu keracunan gas Karbon Monoksida (CO).
Dikutip dari alodokter.com, ketika seseorang terpapar atau menghirup gas karbon monoksida, kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan berkurang.
Hal ini karena gas CO lebih mudah terikat dengan hemoglobin dan kemudian membentuk carboxyhemoglobin (COHb).
Gas CO pada mobil bisa berasal dari pembakaran mesin mobil yang dibuang melalui saluran knalpot.
Gas tersebut biasanya tidak kasat mata, serta tidak berbau.
Namun, gejala keracunan gas tersebut tidak disadari.