Update Perkembangan Kasus Penganiayaan yang Dialami Petugas Bandara Djalaludin

Perkembangan dari kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh salah satu Anggota Avsec Bandara Djalaludin saat ini

Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com
Ronal Mointi saat melapor ke Polres Gorontalo Kota saat itu 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Perkembangan dari kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh salah satu Anggota Avsec Bandara Djalaludin saat ini masih dalam tahapan penyelidikan oleh unit Reskrim Polres Gorontalo.

Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Iptu Ammar Edwin Saputra, saat di hubungi oleh TribunGorontalo.com menjelaskan, kasus dugaan penganiayaan masih dalam tahap penyelidikan.

Dalam tahapan, pihaknya nanti akan melakukan pemanggilan para saksi serta pengumpulan barang bukti terkait LP penganiayaan tersebut.

“Saat Ini perkembangan kasus masih dalam tahap penyelidikan, kami masih akan laksanakan pemanggilan saksi serta pengumpulan barang bukti,” tutur Ammar.

Sebelumnya, Roland Mointi Anggota Avsec Bandara Djalaludin, diduga mengalami tindakan kekerasan dari seorang oknum anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Belakangan diketahui oknum tersebut bernama Sun Biki.

Ia diduga ditampar sebanyak satu kali, hanya karena melakukan pemeriksaan barang bagasi di pintu X Ray bandara.

Kronologinya diceritakan, seorang staf DPRD Provinsi Gorontalo yang merupakan penumpang pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 643, membawa barang bagasi kemudian memasukkan barang tersebut pada X Ray bagasi untuk dilakukan pemeriksaan.

Usai melewati pemeriksaan mesin X Ray, diketahui barang berupa kardus itu berisi empat botol cairan.

Risal Mootalu, supervisor X Ray memerintahkan Roland untuk membuka kardus tersebut.

Sebelum membuka, Roland sebelumnya sudah meminta izin kepada staf anggota DPRD tersebut. Namun, Sun Biki justru datang dengan nada marah.

Informasi yang diterima TribunGorontalo.com, Sun Biki keberatan dengan pemeriksaan tersebut, dan menuduh Roland melakukan pemeriksaan tanpa izin.

Sun Biki pun meminta agar bisa bertemu Kepala Bandara Djalaludin. Ia hendak mengajukan komplain.

Karena tidak mengenalnya, Roland pun bertanya, “Bapak siapa?” kepada Sun Biki.

Sedetik kemudian, sebuah pukulan keras mengenai pipi Roland. Sun Biki diduga emosi dan keberatan ditanyakan identitasnya.

Hingga saat ini terkait pemanggilan terduga terlapor Aleg Provinsi Gorontalo tersebut belum bisa di konfirmasi di karenakan tahapan yang berjalan masih dalam tahapan penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Gorontalo.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved