Kompi Taipur Kostrad Punya Keahlian Khas Gunakan Sumpit Dayak

Kompi Pengintai Tempur (Taipur) merupakan salah satu pasukan elite atau khusus yang dimiliki Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kompi Taipur Kostrad Punya Keahlian Khas Gunakan Sumpit Dayak
Kompas.com
Kompi Pengintai Tempur (Taipur) merupakan salah satu pasukan elite atau khusus yang dimiliki Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). 

Panjang sumpit Kompi Taipur bisa mencapai 1,9-2,1 meter dan memiliki tiga bagian utama. Antara lain sumpit yang berbentuk pipa, anak sumpit dan mata tombak di ujung depan.

Sedangkan panjang jarum mencapai 15 sentimeter atau setelapak tangan orang dewasa. Pasukan Taipur yang memiliki seragam serba hitam turut dibekali teknik menjinakan bahan peledak, dan memiliki unit K-9 (anjing pelacak).

Latihan adalah kesejahteraan bagi prajurit Taipur, tugas adalah kehormatan bagi prajurit Taipur, begitu pedoman yang dipegang oleh prajurit intelijen tempur Kostrad.

Beda Kostrad dan Kopassus

TNI Angkatan Darat memiliki dua satuan elit, yakni Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Meski sama-sama kerap terlibat dalam operasi militer penting, kedua satuan tersebut memiliki beberapa perbedaan.

Berikut beberapa perbedaan Kostrad dan Kopassus. Warna baret Pasukan Kostrad menggunakan baret berwarna hijau dengan lambang Cakra Sapta Agni.

Sementara Kopassus disebut juga sebagai korps baret merah dengan lambang Tribuana Chandraca Satya Dharma. Awal berdiri Kostrad dibentuk pada 6 Maret 1961 dengan nama Korps Tentara Ke-1/Cadangan Umum Angkatan Darat (KORRA I/CADUAD).

Dalam usianya yang masih muda, KORRA I/CADUAD diberi kepercayaan untuk melaksanakan operasi Trikora demi membebaskan Irian Barat dari penjajah Belanda. Pada 1963, KORRA I/CADUAD resmi berganti nama menjadi Kostrad.

Sementara itu, cikal bakal Kopassus telah terbentuk pada tanggal 16 April 1952, yakni Kesatuan Komando Teritorium III.

Pada awal pendiriannya, kesatuan ini terlibat dalam aksi penumpasan pemberontakan di berbagai kawasan di Indonesia, seperti pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.

Pada tahun 1985, satuan ini berganti nama menjadi Kopassus sampai sekarang. Pimpinan Kostrad dipimpin oleh seorang Panglima Kostrad (Pangkostrad) dengan pangkat Letnan Jenderal.

Dalam tugas sehari-hari, Pangkostrad dibantu oleh seorang Kepala Staf (Kaskostrad) berpangkat Mayor Jenderal. Kopassus dipimpin Komandan Jenderal (Danjen) dengan pangkat Mayor Jenderal.

Dalam menjalankan tugas, Danjen dibantu oleh wakil berpangkat Brigadir Jenderal. Tugas dan Kekuatan Pasukan Kostrad adalah pasukan dasar tempur TNI AD.

Kostrad bertugas untuk melakukan operasi gabungan pertahanan udara dan pantai bersama matra lain, serta menyelenggarakan operasi darat berupa operasi serangan dan operasi intelijen.

Kostrad memiliki satuan khusus Peleton Intai Tempur (Tontaipur) yang memiliki keahlian mengintai, menyusup dan menghancurkan musuh dalam jarak dekat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved