Gorontalo Bakal Jadi Kodam, TNI AD Siapkan Daerah Latihan Tempur

Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim melaksanakan Rapat Diskusi Dinas Lingkungan Hidup

TribunGorontalo.com
Danrem 133/NW Melaksanakan Rapat Diskusi Dengan DLHK Prov. Gorontalo Terkait Permohonan Penggunaan Kawasan Untuk Kegiatan Daerah Latihan Militer 

TRIBUNGORONTALO.COM - Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim melaksanakan Rapat Diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup dengan kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo terkait Permohonan Penggunaan Kawasan untuk kegiatan daerah latihan Militer, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, jalan P Kelengkongan No 2 Kelurahan Tenda Kota Gorontalo, Senin (23/5/2022).

Turut hadir dalam kegiatan rapat diskusi ini, Kabid PHR DLHK Gorontalo Haerudin, Staf PTSP Gorontalo  Jane supit, Kadis BPKH XV Gororontalo Salman, Kabid ijin DPMESDMT Gorontalo  Sriyulianti D, Kasi Ops Kasrem 133/NW Kolonel Inf Prabowo, Pengawas lingkungan DLKH Awaludin Olii, Kasi PH Gorontalo Wawan Sadiku, KKPH Gorontalo Abd Kadir A.

Kegiatan diawali dengan penyampaian Kabid Dinas Lingkungan Haerudin, terkait dalam permohonan penggunaan lahan kami dari pihak lingkungan tetap mendukung kegiatan pemanfaatan hutan guna pelaksanaan latihan militer dengan luas area sebesar 11 ribu hektar luasnya sudah menggunakan pengawasan KPH.

Baca juga: BMKG Gorontalo: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan pada Selasa 24 Mei 2022

"Dari daerah yang akan menjadi pemantauan rencana akan digunakan ada sekitar kurang 100 hektar yang tidak flat dan itu akan menjadi pemikiran kita nantinya apabila apa bisa digunakan untuk latihan tempur yang lebih mengetahui prosedurnya," ujar Haerudin.

"Kami akan mendukung dan membantu serta tidak terlepas dengan penilaian kami mekanisme kegiatan latihan terkait konteks yang disampaikan ini sudah clear dan diajukan permohonan dengan saran kami dengan skala 1 banding Rp. 50 ribu dan harus ada wgs 84 serta fakta integritas ditandatangan materai," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 133/NW Brigjen TNI Amrin Ibrahim mengatakan terkait rencana kegiatan latihan militer ini tidak digunakan dalam waktu dekat, karena dari komando atas meminta untuk mencari lokasi daerah latihan yang bisa digunakan rencana dari Angkatan Darat ke depan.

Gorontalo akan menjadi Kodam tentunya akan ada Batalyon Armed yang mana jangkauan tembakan bisa mencapai 11 KM dan harus ada tempat latihan yang mencapai lebih dari 11 KM tersebut.

Kasad menyampaikan dalam rapat, rencana TNI Angkatan Darat akan membentuk Kodam di semua Korem yang wilayahnya provinsi dijadikan Kodam, dengan adanya pembentukan Kodam akan disiapkan daerah latihan.

Karena sebagai gambaran ada satu daerah latihan di Baturaja di Palembang dengan luas 4,3 hektar digunakan untuk latihan Puncak atau gabungan.

"Pihak kodam memerintahkan jajarannya untuk mencari lokasi pelatihan tempur yang ada di Manado, Gorontalo dan Palu lebih besar dengan luas 40 ribu hektar untuk Gorontalo 17 ribu hektar turun menjadi 11 ribu hektar dikarenakan areal pertanian dan KPH," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved